Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Februari 2010
Sisi lain kasus atau tragedi bencana LAPINDO
09.29 | Diposting oleh
Unknown
www.satuiku.com Tragedi semburan lumpur Lapindo yang terjadi bebrapa tahun silam setidaknya menjadi sedikit bukti bahwa adanya perubahan system pada lapisan perut bumi. Kejadian ini terjadi di beberapa tempat di Jawa ini dalam radius yang berjauhan bahkan ada yang terjadi di Kalimantan Selatan.
Bila di kaji lebih jauh dari aspek Geologi ternyata lokasi-lokasi terjadinya kasus tersebut ternyata merupakan jalur Gunung Api Purba yang telah mati jutaan tahun yang silam. Dari hasil penelitian berdasarkan sampel material lumpur yang di lakukan di laboratorium oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menunjukan bahwa material yang di keluarkan bumi memang berasal dari produk gunung api purba.
Material tersebut sekitar 70% berupa air asin yang berasal dari kedalaman 6-9 Kilometer, banyaknya air yang keluar dari rekahan di porong diperkirakan merupakan air laut yang terjebak di daratan akibat proses letusan gunung api purba, jutaan tahun silam dan setelah itu mengalami proses pengangkatan sehingga menjadi daratan seperti yang kita kenal sekarang.
Para ahli tersebut menyimpulkan ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kejadian tersebut, pertama adanya desakan gas dalam jumlah yang tinggi, kedua munculnya struktur lempung vulkanik, ketiga adanya intrusi magma dari perut bumi serta migrasi aliran hidrotermal. Seluruh kemungkinan tersebut kemudian di picu oleh aktifitas pengeboran.
Semua dugaan-dugaan dan analisa-analisa tersebut kemudian tidak saya maksudkan untuk membela pihak manapun, karena apapun penyebabnya yang pasti penderitaan dan kesengsaraan masyarakat korban lumpur itu harus ada yang bertanggung jawab.
Analisa geologis tersebut bila kita hubungkan dengan uraian panjang lebar dari Prof. Arysio Santos seorang ahli geologi dan fisikawan nuklir asal Brazil dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found The Definitive Localization Of Plato’s Lost Civilization yang telah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia, Indonesia Ternyata tempat lahir peradaban dunia ternyata ada relevansinya.
Kita mungkin bertanya-tanya, siapa sebenarnya bangsa Atlantis itu, benarkah bahwa peradaban itu pernah ada? Menurut pendapat saya pribadi jawaban atas pertanyaan tersebut adalah “MUNGKIN”.
Kemungkinan yang PERTAMA adalah sebagaimana dinyatakan didalam AL-Qur’an bahwa sebelum nabi Adam AS telah ada kehidupan di muka bumi hanya saja tidak yakin secara pasti siapakah dia apakah manusia seperti kita sekarang ini atau mahluk lain yang seperti manusia.
Kemungkinan yang KEDUA adalah berdasarkan Al-Qur’an dan juga catatan sejarah bahwa peradaban manusia ini telah beberapa kali mengalami bencana yang dahsyat bahkan nyaris punah. Ketika banjir besar menghantam manusia di zaman Nabi Nuh AS, maka tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang ikut di dalam bahtera nabi Nuh AS, selanjutnya ALLAH SWT bahwa tidak ada yang tersisa dari seluruh manusia kecuali yang turut bersama nabi NUH AS yaitu tiga orang dan keturunannya; Sam, Ham dan Yafits sebagaimana firman ALLAH di dalam AL-Qur’an surah Al-Isra [17]:3.
Setiap umat dari seluruh umat manusia yang ada kembali kepada nasabnya salah satu dari tiga anahk Nuh AS, nabi NUH AS memiliki 4 orang anak laki-laki yaitu Yafits, Sam, Ham dan Kan’an, Kan’an inilah yang termasuk tidak selamat. Berdasarkan berbagai kajian dan sumber serta risalah Islami bangsa Maya yang terkenal dengan keakuratan dan keahlian astronominya dan ramalan 2012 nya di duga kuat adalah merupakan manusia keturunan dari Yafits (Saudara tertua).
Kesimpulan saya adalah bahwa jauh sebelum sejarah dicatat dan perhitungan tahun dimulai kehidupan dan peradaban di Bumi itu telah ada, Manusia telah beberapa kali ditimpa bencana dahsyat dan kemudian merintisnya kembali dan akan datang juga suatu masa di mana Manusia dan kehidupan akan dimusnahkan seluruhnya kecuali yang Maha Hidup dan apa yang di kehendakinya. Sisi lain dan hikmah dari bencana semburan lumpur di Lapindo itu menuntun kita untuk merenung dan membaca tanda-tanda akhir zaman yang kian dekat. Wallahu a’lam bish shawab.
Terinspirasi dari:
Atlantis The Lost Continent Finally Found The Definitive Localization Of Plato’s Lost Civilization
Dan Kiamat 2012 antara ramalan, sains dan tinjauan nubuwat akhir jaman
Powered by Telkomsel BlackBerry® & Nokia E71
Bila di kaji lebih jauh dari aspek Geologi ternyata lokasi-lokasi terjadinya kasus tersebut ternyata merupakan jalur Gunung Api Purba yang telah mati jutaan tahun yang silam. Dari hasil penelitian berdasarkan sampel material lumpur yang di lakukan di laboratorium oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menunjukan bahwa material yang di keluarkan bumi memang berasal dari produk gunung api purba.
Material tersebut sekitar 70% berupa air asin yang berasal dari kedalaman 6-9 Kilometer, banyaknya air yang keluar dari rekahan di porong diperkirakan merupakan air laut yang terjebak di daratan akibat proses letusan gunung api purba, jutaan tahun silam dan setelah itu mengalami proses pengangkatan sehingga menjadi daratan seperti yang kita kenal sekarang.
Para ahli tersebut menyimpulkan ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kejadian tersebut, pertama adanya desakan gas dalam jumlah yang tinggi, kedua munculnya struktur lempung vulkanik, ketiga adanya intrusi magma dari perut bumi serta migrasi aliran hidrotermal. Seluruh kemungkinan tersebut kemudian di picu oleh aktifitas pengeboran.
Semua dugaan-dugaan dan analisa-analisa tersebut kemudian tidak saya maksudkan untuk membela pihak manapun, karena apapun penyebabnya yang pasti penderitaan dan kesengsaraan masyarakat korban lumpur itu harus ada yang bertanggung jawab.
Analisa geologis tersebut bila kita hubungkan dengan uraian panjang lebar dari Prof. Arysio Santos seorang ahli geologi dan fisikawan nuklir asal Brazil dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found The Definitive Localization Of Plato’s Lost Civilization yang telah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia, Indonesia Ternyata tempat lahir peradaban dunia ternyata ada relevansinya.
Kita mungkin bertanya-tanya, siapa sebenarnya bangsa Atlantis itu, benarkah bahwa peradaban itu pernah ada? Menurut pendapat saya pribadi jawaban atas pertanyaan tersebut adalah “MUNGKIN”.
Kemungkinan yang PERTAMA adalah sebagaimana dinyatakan didalam AL-Qur’an bahwa sebelum nabi Adam AS telah ada kehidupan di muka bumi hanya saja tidak yakin secara pasti siapakah dia apakah manusia seperti kita sekarang ini atau mahluk lain yang seperti manusia.
Kemungkinan yang KEDUA adalah berdasarkan Al-Qur’an dan juga catatan sejarah bahwa peradaban manusia ini telah beberapa kali mengalami bencana yang dahsyat bahkan nyaris punah. Ketika banjir besar menghantam manusia di zaman Nabi Nuh AS, maka tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang ikut di dalam bahtera nabi Nuh AS, selanjutnya ALLAH SWT bahwa tidak ada yang tersisa dari seluruh manusia kecuali yang turut bersama nabi NUH AS yaitu tiga orang dan keturunannya; Sam, Ham dan Yafits sebagaimana firman ALLAH di dalam AL-Qur’an surah Al-Isra [17]:3.
Setiap umat dari seluruh umat manusia yang ada kembali kepada nasabnya salah satu dari tiga anahk Nuh AS, nabi NUH AS memiliki 4 orang anak laki-laki yaitu Yafits, Sam, Ham dan Kan’an, Kan’an inilah yang termasuk tidak selamat. Berdasarkan berbagai kajian dan sumber serta risalah Islami bangsa Maya yang terkenal dengan keakuratan dan keahlian astronominya dan ramalan 2012 nya di duga kuat adalah merupakan manusia keturunan dari Yafits (Saudara tertua).
Kesimpulan saya adalah bahwa jauh sebelum sejarah dicatat dan perhitungan tahun dimulai kehidupan dan peradaban di Bumi itu telah ada, Manusia telah beberapa kali ditimpa bencana dahsyat dan kemudian merintisnya kembali dan akan datang juga suatu masa di mana Manusia dan kehidupan akan dimusnahkan seluruhnya kecuali yang Maha Hidup dan apa yang di kehendakinya. Sisi lain dan hikmah dari bencana semburan lumpur di Lapindo itu menuntun kita untuk merenung dan membaca tanda-tanda akhir zaman yang kian dekat. Wallahu a’lam bish shawab.
Terinspirasi dari:
Atlantis The Lost Continent Finally Found The Definitive Localization Of Plato’s Lost Civilization
Dan Kiamat 2012 antara ramalan, sains dan tinjauan nubuwat akhir jaman
Powered by Telkomsel BlackBerry® & Nokia E71
Jumat, 05 Februari 2010
KKPA menolong atau merampok
04.00 | Diposting oleh
Unknown
KKPA adalah program kerjasama usaha antara petani dengan perusahaan perkebunan dengan dana berupa pinjaman dari Perbankan Nasional. KKPA adalah singkatan dari Kridit Koperasi Primer untuk Anggota.
Secara garis besar dapat di jelaskan model kerja sama KKPA sebagai berikut; petani atau pemilik lahan menguasakan kepada KUD sertifikat tanah transmigrasi atau segel tanah yang dimilikinya untuk di jadikan jaminan pinjaman modal usaha perkebunan dalam hal ini kelapa sawit. Selanjutnya KUD bekerja sama dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit kemudian proses selanjutnya di perbankan di kelola oleh perusahaan perkebunan.
Tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk mendapatkan keuntungan bersama baik bagi petani maupun perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit melalui mekanisme bagi hasil dengan system tanggung renteng. Untung sama-sama dan rugipun sama-sama.
Telah beberapa bulan terakhir ini para petani tidak mendapatkan bagian dari bagi hasil tersebut dengan alasan sedang merugi, beberapa bulan sebelumnya hanya menerima bagian sebesar Rp 250.000 per paket.
Sebenarnya sejak lama sebagian besar masyarakat petani perserta program KKPA ini menangkap adanya kejanggalan-kejanggalan yang menyelimuti program kerja sama dengan pola KKPA ini, diantara kejanggalan-kejanggalan tersebut adalah:
Seluruh kejanggalan-kejanggalan tersebut sebenarnya sangat merugikan masyarakat dan ketika hal tersebut di bawa ke ranah hukum posisi masyarakat menjadi sangat lemah karena secara sistematis indikasi adanya ketidak jujuran perusahaan dalam mengelola perkebunan di tanah masyarakat ini telah terjadi sejak dari awal proses kerja sama ini dimulai.
Himbauan kepada pemerintah cobalah kaji dan telusuri masalah ini dan duduklah dalam posisi sebagai wakil masyarakat atau setidak-tidaknya netral. Dan perlu di garis bawahi yaitu bahwa sebagian besar pemilik perusahaan perkebunan itu adalah bukan orang Indonesia atau Pemodal Asing.
Secara garis besar dapat di jelaskan model kerja sama KKPA sebagai berikut; petani atau pemilik lahan menguasakan kepada KUD sertifikat tanah transmigrasi atau segel tanah yang dimilikinya untuk di jadikan jaminan pinjaman modal usaha perkebunan dalam hal ini kelapa sawit. Selanjutnya KUD bekerja sama dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit kemudian proses selanjutnya di perbankan di kelola oleh perusahaan perkebunan.
Tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk mendapatkan keuntungan bersama baik bagi petani maupun perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit melalui mekanisme bagi hasil dengan system tanggung renteng. Untung sama-sama dan rugipun sama-sama.
Telah beberapa bulan terakhir ini para petani tidak mendapatkan bagian dari bagi hasil tersebut dengan alasan sedang merugi, beberapa bulan sebelumnya hanya menerima bagian sebesar Rp 250.000 per paket.
Sebenarnya sejak lama sebagian besar masyarakat petani perserta program KKPA ini menangkap adanya kejanggalan-kejanggalan yang menyelimuti program kerja sama dengan pola KKPA ini, diantara kejanggalan-kejanggalan tersebut adalah:
- Masyarakat tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah hutang yang sebenarnya antara perusahaan dengan pihak Bank, sehingga masyarakat juga tidak tau berapa sisa hutang dan berapa yang telah di angsur oleh perusahaan kepada pihak Bank.
- Masyarakat juga tidak mengetahui berapa produksi dan kualitas dari panen / produksi TBS serta berapa CPO yang terjual pada setiap bulannya.
- Petani / masyarakat tidak mendapatkan informasi tentang berapa biaya yang dipergunakan untuk operasional perusahaan di dalam mengelola perkebunan tersebut.
- Masyarakat juga tidak memiliki informasi berapa harga penjualan dari perusahaan.
- Ada juga kabar yang beredar bahwa perusahaan telah menggabungkan beberapa sertifikat menjadi satu sertifikat baru.
- Dan terakhir adalah masyarakat tidak memiliki bukti apapun tentang perjanjian dan penyerahan sertifikat atau segel hak miliknya, satu-satunya bukti adalah berupa sebuah kartu keanggotaan KUD sehingga di mata hukum keadaan ini tidak baik bagi masyarakat.
Seluruh kejanggalan-kejanggalan tersebut sebenarnya sangat merugikan masyarakat dan ketika hal tersebut di bawa ke ranah hukum posisi masyarakat menjadi sangat lemah karena secara sistematis indikasi adanya ketidak jujuran perusahaan dalam mengelola perkebunan di tanah masyarakat ini telah terjadi sejak dari awal proses kerja sama ini dimulai.
Himbauan kepada pemerintah cobalah kaji dan telusuri masalah ini dan duduklah dalam posisi sebagai wakil masyarakat atau setidak-tidaknya netral. Dan perlu di garis bawahi yaitu bahwa sebagian besar pemilik perusahaan perkebunan itu adalah bukan orang Indonesia atau Pemodal Asing.
Minggu, 31 Januari 2010
Mengharap Keadilan
05.29 | Diposting oleh
Unknown
Situasi politik terus bergerak dan berkembang dengan berbagai dinamikannya, demokrasi merupakan hal utama yang selalu di gembar-gemborkan sebagai dasar utama kehidupan berpolitik, azas dasar dan tujuan utama dari demokrasi adalah persamaan hak dengan tujuan akhir yaitu keadilan bagi seluruh masyarakat.
Berbagai macam peristiwa yang sedang terjadi saat ini mulai dari kasus Antasai Azhar, Bibit Candra dengan isu rekayasa kasus terhadap keduanya sebagai petinggi di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), kemudian kasus Bank Century, Kasus Anggodo, Kasus Anggoro, Kasus pencurian kapuk, pencurian pisang, peristiwa dan testimoni Komjen Susno Duaji, menjadi ramai dan mendapat perhatian dari masyarakat secara luas mulai dari pejabat sampai rakyat biasa karena dinilai semua kasus tersebut melukai rasa KEADILAN. Siapa yang sebenarnya bersalah dalam semua peristiwa itu? Entahlah…..
ADIL memiliki makna sama berat, tidak memihak, patut, tidak sewenang-wenang, dan perlakuan yang sama terhadap seluruh masyarakat dari golongan dan kalangan apapun. Untuk mendapatkan keadilan di perlukan sarana yaitu adanya hukum.
HUKUM itu adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah atau penguasa atau bisa juga adat yang berlaku bagi semua orang dalam suatu masyarakat atau Negara, undang-undang dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, hukum juga bisa berupa patokan, kaidah, ketentuan dan keputusan yang dibuat oleh hakim.
Politik juga memiliki aturan dan hukumnya sendiri walaupun sebenarnya tidak boleh lepas dari koridor demokrasi, adil dan hukum dasar yang berlaku, tetapi pada kenyataanya seringkali jauh berbeda dari harapan masyarakat. Sayangnya hampir seluruh system dan tatanan bernegara kita tidak ada yang tidak tersentuh oleh system dan mekanisme politik. Dalam kasus koalisi misalnya, suatu kebijakan yang kurang tepat akan menjadi benar bila sudah masuk keranah politik, hukum-pun bisa dirubah sesuai keadaan dan kepentingan.
Proses paling akbar dalam politik ( saya tidak setuju kalau disebut demokrasi ) adalah pemungutan suara untuk memilih, memilih wakil rakyat, jabatan dan kedudukan tetapi sayang masyarakat tidak ada lagi haknya dalam menentukan arah dan kebijakan setelah proses situ selesai dilaksanakan dengan biaya yang sangat mahal. Akibatnya kemudian terjadilah demontrasi, LSM dan ormas bermunculan tujuannya adalah menyampaikan aspirasi yang tidak didengar atau tidak di pedulikan oleh mereka-mereka yang saat kampanye menyatakan diri sebagai wakil rakyat.
Lagi-lagi…. Ketika kepentingan masyarakat berbenturan dengan kepentingan organisasi politik maka kepentingan organisasi politik itulah yang bisa dipastikan tampil sebagai pemenang meskipun itu melukai rasa keadilan masyarakat.
Wuah… udah mbulet nih saya nulis, intinya apa ya….???
Inilah intinya, jangan berhenti berdo’a agar kita di beri pemipin yang amanah agar bisa bersikap dan berperilaku adil secara baik dan benar…. Kalaupun sekarang belum dan mulai kehilangan kepercayaan maka serahkanlah semua itu kepada ALLAH dan jangan sampai kita meragukan janji ALLAH bahwa setiap do’a pasti akan terkabul.
LiveJournal Tags: Politik, Kasus, Hukum, Keadilan, Makna, Proses, Pemilihan Technorati Tags: Politik, Kasus, Hukum, Keadilan, Makna, Proses, Pemilihan 43 Things Tags: Politik, Kasus, Hukum, Keadilan, Makna, Proses, Pemilihan
Berbagai macam peristiwa yang sedang terjadi saat ini mulai dari kasus Antasai Azhar, Bibit Candra dengan isu rekayasa kasus terhadap keduanya sebagai petinggi di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), kemudian kasus Bank Century, Kasus Anggodo, Kasus Anggoro, Kasus pencurian kapuk, pencurian pisang, peristiwa dan testimoni Komjen Susno Duaji, menjadi ramai dan mendapat perhatian dari masyarakat secara luas mulai dari pejabat sampai rakyat biasa karena dinilai semua kasus tersebut melukai rasa KEADILAN. Siapa yang sebenarnya bersalah dalam semua peristiwa itu? Entahlah…..
ADIL memiliki makna sama berat, tidak memihak, patut, tidak sewenang-wenang, dan perlakuan yang sama terhadap seluruh masyarakat dari golongan dan kalangan apapun. Untuk mendapatkan keadilan di perlukan sarana yaitu adanya hukum.
HUKUM itu adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah atau penguasa atau bisa juga adat yang berlaku bagi semua orang dalam suatu masyarakat atau Negara, undang-undang dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, hukum juga bisa berupa patokan, kaidah, ketentuan dan keputusan yang dibuat oleh hakim.
Politik juga memiliki aturan dan hukumnya sendiri walaupun sebenarnya tidak boleh lepas dari koridor demokrasi, adil dan hukum dasar yang berlaku, tetapi pada kenyataanya seringkali jauh berbeda dari harapan masyarakat. Sayangnya hampir seluruh system dan tatanan bernegara kita tidak ada yang tidak tersentuh oleh system dan mekanisme politik. Dalam kasus koalisi misalnya, suatu kebijakan yang kurang tepat akan menjadi benar bila sudah masuk keranah politik, hukum-pun bisa dirubah sesuai keadaan dan kepentingan.
Proses paling akbar dalam politik ( saya tidak setuju kalau disebut demokrasi ) adalah pemungutan suara untuk memilih, memilih wakil rakyat, jabatan dan kedudukan tetapi sayang masyarakat tidak ada lagi haknya dalam menentukan arah dan kebijakan setelah proses situ selesai dilaksanakan dengan biaya yang sangat mahal. Akibatnya kemudian terjadilah demontrasi, LSM dan ormas bermunculan tujuannya adalah menyampaikan aspirasi yang tidak didengar atau tidak di pedulikan oleh mereka-mereka yang saat kampanye menyatakan diri sebagai wakil rakyat.
Lagi-lagi…. Ketika kepentingan masyarakat berbenturan dengan kepentingan organisasi politik maka kepentingan organisasi politik itulah yang bisa dipastikan tampil sebagai pemenang meskipun itu melukai rasa keadilan masyarakat.
Wuah… udah mbulet nih saya nulis, intinya apa ya….???
Inilah intinya, jangan berhenti berdo’a agar kita di beri pemipin yang amanah agar bisa bersikap dan berperilaku adil secara baik dan benar…. Kalaupun sekarang belum dan mulai kehilangan kepercayaan maka serahkanlah semua itu kepada ALLAH dan jangan sampai kita meragukan janji ALLAH bahwa setiap do’a pasti akan terkabul.
LiveJournal Tags: Politik, Kasus, Hukum, Keadilan, Makna, Proses, Pemilihan Technorati Tags: Politik, Kasus, Hukum, Keadilan, Makna, Proses, Pemilihan 43 Things Tags: Politik, Kasus, Hukum, Keadilan, Makna, Proses, Pemilihan
Label:
Opini
|
0
komentar
Sabtu, 30 Januari 2010
Foto Bugil Ayu Okta Sari
06.29 | Diposting oleh
Unknown
Heboh lagi foto-foto syur Ayu Oktasari, seroang gadis cantik asal Indonesia yang namanya melejit melalui ajang Take Me Out Indonesia
Sudah cukup sering isu foto-foto model bugil menjadi sarana untuk melambungkan nama seseorang untuk menjadi artis atau selebiris, dalam kasus ayu oktasari ini entah merupakan bagian dari sarana meningkatkan popularitas atau merupakan sebuah kejahatan... entahlah..
43 Things Tags: Ayu oktasari, Foto, Bugil, Gadis, Artis, Indonesia Technorati Tags: Ayu oktasari, Foto, Bugil, Gadis, Artis, Indonesia LiveJournal Tags: Ayu oktasari, Foto, Bugil, Gadis, Artis, Indonesia
Sudah cukup sering isu foto-foto model bugil menjadi sarana untuk melambungkan nama seseorang untuk menjadi artis atau selebiris, dalam kasus ayu oktasari ini entah merupakan bagian dari sarana meningkatkan popularitas atau merupakan sebuah kejahatan... entahlah..
43 Things Tags: Ayu oktasari, Foto, Bugil, Gadis, Artis, Indonesia Technorati Tags: Ayu oktasari, Foto, Bugil, Gadis, Artis, Indonesia LiveJournal Tags: Ayu oktasari, Foto, Bugil, Gadis, Artis, Indonesia
Rabu, 06 Januari 2010
Video: Gayus Lumbun Vs Ruhut Sitompul Kata-kata kotor dalam sidang Pansus DPR
11.03 | Diposting oleh
Unknown
Lagi-lagi ada kata-kata kotor terlontar saat sidang dengar pendapat yang terhormat terkait masalah Bank Century. Sikap tersebut benar-benar mencerminkan bahwa saat ini kita sedang di beri TONTONAN bukan TUNTUNAN.
Mungkin benar adanya apa yang dikatatakan oleh Alm. Gusdur. Seperti TK
Inilah video adegan yang kurang menyenangkan kita semua
Technorati Tags: Ruhut, Sitompul, Gayus Lumbun, Adu Mulut, DPR, Bank Century, Video, Vidio LiveJournal Tags: Ruhut, Sitompul, Gayus Lumbun, Adu Mulut, DPR, Bank Century, Video, Vidio 43 Things Tags: Ruhut, Sitompul, Gayus Lumbun, Adu Mulut, DPR, Bank Century, Video, Vidio
Mungkin benar adanya apa yang dikatatakan oleh Alm. Gusdur. Seperti TK
Inilah video adegan yang kurang menyenangkan kita semua
Technorati Tags: Ruhut, Sitompul, Gayus Lumbun, Adu Mulut, DPR, Bank Century, Video, Vidio LiveJournal Tags: Ruhut, Sitompul, Gayus Lumbun, Adu Mulut, DPR, Bank Century, Video, Vidio 43 Things Tags: Ruhut, Sitompul, Gayus Lumbun, Adu Mulut, DPR, Bank Century, Video, Vidio
Selasa, 05 Januari 2010
Permasalahan SMS Gus Dur ( Gusdur ) DIBUNUH
05.22 | Diposting oleh
Unknown
Ada-ada saja tinkah dan polah orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan cara-cara yang "MENJIJIKAN" dan melanggar norma-norma dan perasaan orang lain. Apa benar sudah sedemikian parahkah degradasi nilai dan norma orang-orang itu, mereka yang senang menebar terror , skandal dan sebagainya. Semoga ALLAH melindungi kita semua
Berikut kutipan sebuah berita:
Hidayatullah.com--Adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yakni KH Solahuddin Wahid, membenarkan dirinya menerima pesan pendek (SMS) dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. SMS itu berbunyi bahwa kematian kakaknya tersebut karena dibunuh.
“Saya menerima pesan pendek itu dua hari lalu, dan itu tidak saya kirim ke mana-mana. Ada dua media mengkonfirmasi pada saya. Bunyinya (SMS), Gus Dur meninggal dibunuh,” kata Gus Solah, panggilan akrabnya, kepada wartawan di kediamannya, Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Ahad (3/1).
Namun, sambung Gus Solah, dirinya tidak mau mempercayai berita orang usil tersebut. “Saya tidak percaya dengan berita itu,” katanya.
Sebaliknya dia lebih mempercayai keotentikan informasi kematian kakaknya ini pada versi kedokteran. Karena itu, menurutnya, agar berita ini tidak menjadi rumor, pihak dokter yang merawat Gus Dur secepatnya memberikan konfirmasi kepada publik lewat pemberitahuan ke media. “Lebih baik pihak kedokteran yang menjelaskan itu,” pintanya.
Selain itu Gus Solah meminta pihak kepolisian mengusut orang yang menyebarkan SMS tersebut. Apalagi terjadi dalam kondisi keluarga yang masih berduka dengan kehilangan Gus Dur. “Kepolisian harus mengusut siapa yang melakukan itu, dan mengusut apa maksudnya (melakukan hal tersebut),” desaknya.
Sebagaimana diketahui, semenjak Gus Dur meninggal muncul SMS berbunyi “Gus Dur DIBUNUH! 30/12 Pk 18.050 WIB Selang oksigen Gus Dur dicabut paksa! Pembunuhan terkait pertemuan Gus Dur tgl 4 des di Jl Denpasar c3 membahas century dan adelin lies. TUNTUT POLISI USUT! (SEBARKAN).”
Menurut Gus Sholah, keluarga Gus Dur juga menerima SMS tersebut. Pihak keluarga sengaja diam saja karena menganggap pengirim pesan pendek tersebut tidak bertanggung jawab dan sengaja ingin membuat kacau situasi.
“SMS itu meresahkan, makanya saya dan keluarga diam, tidak membalas,” imbuh dia.
Namun, setelah dibiarkan ternyata pesan pendek terus menyebar ke masyarakat. Karena itu, dia meminta kepolisian mengusut tuntas penyebar pesan pendek gelap itu.
Ditanya apakah nomor pengirim pesan yang diterimanya sama dengan nomor pengirim pesan yang diterima Farisi, Gus Solah tidak mengetahui. Hal ini karena dirinya belum menanyakan ke Farisi. “Karena saya pikir ya enggak benar,” pungkasnya.
Yenny Wahid juga meragukan kebenaran isi SMS tersebut. Menurut juru bicaranya, Imron Rosadi Hamid, Yenny meragukan kebenaran isi SMS itu dan keluarga percaya kematian Gus Dur merupakan sesuatu ketentuan dari Allah SWT. “Jadi, SMS gelap itu tidak bertanggung jawab, dan ini merupakan perbuatan orang-orang yang mencoba bermain di air keruh,” katanya.
Yenny dan pihak keluarga menganggap tidak ada hal yang tidak wajar dari kematian Gus Dur. “Jadi, ini sesuatu yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
[sy/http://www.hidayatullah.com/]
LiveJournal Tags: KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Gusdur, Solahuddin Wahid, SMS), Dibunuh, Meninggal 43 Things Tags: KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Gusdur, Solahuddin Wahid, SMS), Dibunuh, Meninggal Technorati Tags: KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Gusdur, Solahuddin Wahid, SMS), Dibunuh, Meninggal
Berikut kutipan sebuah berita:
Hidayatullah.com--Adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yakni KH Solahuddin Wahid, membenarkan dirinya menerima pesan pendek (SMS) dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. SMS itu berbunyi bahwa kematian kakaknya tersebut karena dibunuh.
“Saya menerima pesan pendek itu dua hari lalu, dan itu tidak saya kirim ke mana-mana. Ada dua media mengkonfirmasi pada saya. Bunyinya (SMS), Gus Dur meninggal dibunuh,” kata Gus Solah, panggilan akrabnya, kepada wartawan di kediamannya, Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Ahad (3/1).
Namun, sambung Gus Solah, dirinya tidak mau mempercayai berita orang usil tersebut. “Saya tidak percaya dengan berita itu,” katanya.
Sebaliknya dia lebih mempercayai keotentikan informasi kematian kakaknya ini pada versi kedokteran. Karena itu, menurutnya, agar berita ini tidak menjadi rumor, pihak dokter yang merawat Gus Dur secepatnya memberikan konfirmasi kepada publik lewat pemberitahuan ke media. “Lebih baik pihak kedokteran yang menjelaskan itu,” pintanya.
Selain itu Gus Solah meminta pihak kepolisian mengusut orang yang menyebarkan SMS tersebut. Apalagi terjadi dalam kondisi keluarga yang masih berduka dengan kehilangan Gus Dur. “Kepolisian harus mengusut siapa yang melakukan itu, dan mengusut apa maksudnya (melakukan hal tersebut),” desaknya.
Sebagaimana diketahui, semenjak Gus Dur meninggal muncul SMS berbunyi “Gus Dur DIBUNUH! 30/12 Pk 18.050 WIB Selang oksigen Gus Dur dicabut paksa! Pembunuhan terkait pertemuan Gus Dur tgl 4 des di Jl Denpasar c3 membahas century dan adelin lies. TUNTUT POLISI USUT! (SEBARKAN).”
Menurut Gus Sholah, keluarga Gus Dur juga menerima SMS tersebut. Pihak keluarga sengaja diam saja karena menganggap pengirim pesan pendek tersebut tidak bertanggung jawab dan sengaja ingin membuat kacau situasi.
“SMS itu meresahkan, makanya saya dan keluarga diam, tidak membalas,” imbuh dia.
Namun, setelah dibiarkan ternyata pesan pendek terus menyebar ke masyarakat. Karena itu, dia meminta kepolisian mengusut tuntas penyebar pesan pendek gelap itu.
Ditanya apakah nomor pengirim pesan yang diterimanya sama dengan nomor pengirim pesan yang diterima Farisi, Gus Solah tidak mengetahui. Hal ini karena dirinya belum menanyakan ke Farisi. “Karena saya pikir ya enggak benar,” pungkasnya.
Yenny Wahid juga meragukan kebenaran isi SMS tersebut. Menurut juru bicaranya, Imron Rosadi Hamid, Yenny meragukan kebenaran isi SMS itu dan keluarga percaya kematian Gus Dur merupakan sesuatu ketentuan dari Allah SWT. “Jadi, SMS gelap itu tidak bertanggung jawab, dan ini merupakan perbuatan orang-orang yang mencoba bermain di air keruh,” katanya.
Yenny dan pihak keluarga menganggap tidak ada hal yang tidak wajar dari kematian Gus Dur. “Jadi, ini sesuatu yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
[sy/http://www.hidayatullah.com/]
LiveJournal Tags: KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Gusdur, Solahuddin Wahid, SMS), Dibunuh, Meninggal 43 Things Tags: KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Gusdur, Solahuddin Wahid, SMS), Dibunuh, Meninggal Technorati Tags: KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Gusdur, Solahuddin Wahid, SMS), Dibunuh, Meninggal
Ironi sektor Perkebunan untuk para petani
04.12 | Diposting oleh
Unknown
Sebuah kenyataan yang sangat ironi, di sebut ironis karena suatu keadaan yang terjadi sangat bertentangan dengan yang diharapkan.
Pembangunan Indonesia ini telah dilaksanakan selama puluhan tahun akan tetapi makin hari arahnya semakin melenceng dari tujuan pembangunan itu sendiri.
Kita punya wilayah yang subur sangat luas dan kekayaan alam kita ( khususnya energy ) juga sangat melimpah, berbagai macam aturan juga sudah dibuat yang katanya untuk mensejahterakan rakyat. Apa buktinya???
Masyarakat kita adalah masyarakat yang secara umum memiliki kultur sebagai masyarakat petani dan tuhan pun meng-anugerahkan alam yang sangat mendukung untuk kegiatan tersebut tetapi nyatanya petani kita tetap sulit dan miskin.
Sebuah keadaan yang sebenarnya untuk jangka panjang memprihatinkan adalah bahwa sekarang sudah dan sedang berlangsung kegiatan perampokan areal pertanian untuk masyarakat untuk di jadikan wilayah perkebunan kelapa sawit, baik dengan program plasma atau KKPA ataupun untuk perkebunan inti atau juga penggabungan keduanya.
Apa yang memprihatinkan itu:
Pemerintah lebih memilih sektor ini karena lebih cepat mendapatkan hasil (Sebenarnya tidak sih), rata-rata pemerintah kita mulai dari Bupati, Gubernur sampai ke Presiden menganggap bahwa ini merupakan program unggulan di bidang pertanian.
Pemerintah lebih suka terhadap program ini karena ini merupakan program yang tidak memerlukan banyak waktu dan pemikiran pamerintah sehingga pemerintah tidak usah repot-repot berfikir dan bekerja. Pragmatis memang tapi itulah kenyataanya…

43 Things Tags: Petani, Perkebunan, Kelapa Sawit, Lingkungan Hidup, Kerusakan LiveJournal Tags: Petani, Perkebunan, Kelapa Sawit, Lingkungan Hidup, Kerusakan Technorati Tags: Petani, Perkebunan, Kelapa Sawit, Lingkungan Hidup, Kerusakan
Pembangunan Indonesia ini telah dilaksanakan selama puluhan tahun akan tetapi makin hari arahnya semakin melenceng dari tujuan pembangunan itu sendiri.
Kita punya wilayah yang subur sangat luas dan kekayaan alam kita ( khususnya energy ) juga sangat melimpah, berbagai macam aturan juga sudah dibuat yang katanya untuk mensejahterakan rakyat. Apa buktinya???
Masyarakat kita adalah masyarakat yang secara umum memiliki kultur sebagai masyarakat petani dan tuhan pun meng-anugerahkan alam yang sangat mendukung untuk kegiatan tersebut tetapi nyatanya petani kita tetap sulit dan miskin.
Sebuah keadaan yang sebenarnya untuk jangka panjang memprihatinkan adalah bahwa sekarang sudah dan sedang berlangsung kegiatan perampokan areal pertanian untuk masyarakat untuk di jadikan wilayah perkebunan kelapa sawit, baik dengan program plasma atau KKPA ataupun untuk perkebunan inti atau juga penggabungan keduanya.
Apa yang memprihatinkan itu:
- Kita akan kehilangan berjuta-juta hektar areal pertanian untuk masyarakat sampai ke belakang dapur-dapur rumah para petani kita, sebagai gantinya masyarakat kita dijanjikan bagi hasil dengan jumlah dan besaran yang tidak ditentukan dan tidak transparan. Masyarakat kita tidak pernah tau berapa sebenarnya keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan pengelola perkebunan itu. INI TIDAK ADIL !!!... bahkan ada sebuah anekdot bahwa keuntungan yang diterima oleh para petani kita itu jauh lebih sedikit dari pada jika para petani menanam sayur-mayur secara tradisional sekalipun. Menyedihkan!!!
- Masyarakat kita akan dan sudah dipaksa untuk berubah menjadi asset mereka yaitu sebagai pekerja perkebunan kelapa sawit dengan upah yang sangat murah. Sangat disayangkan juga bahwa ternyata pemilik perkebunan itu adalah Negara asing yang selama ini sikapnya kurang baik terhadap Indonesia yaitu MALAYSIA.
- Fakta bahwa kerusakan hutan dan lingkungan terjadi secara massif, perkebunan kelapa sawit juga menyebabkan terjadinya krisis air dan peningkatan suhu udara serta rusaknya ekosistem dan habitat hutan termasuk satwa-satwa langka yang di lindungi juga diburu karena dianggap sebagai HAMA, dan hal ini terjadi berpuluh-puluh kali lipat jumlahnya dengan yang dirusak oleh sektor yang selama ini dituduh sebagai biang kerok kerusakan lingkungan yaitu pertambangan dengan perbandingan 4% bidang pertambangan dan 96% bidang perkebunan kelapa sawit (sumber data diolah dari www.kalselprov.gi.id )
- 15-20 Tahun kedepan ketika areal perkebunan kelapa sawit sudah habis masa produktifnya dan memerlukan 5-7 tahun untuk proses replanting ( tanam ulang, yang belum tentu ada pengusaha yang mau melakukan itu karena biayanya jauh lebih tinggi dari pada tanam awal ) maka para petani kita ( yang sekarang sedang jadi buruh untuk Malaysia dari Indonesia ) akan mengalami krisis ekonomi parah, hal ini karena lahan pertanian mereka telah habis.
- Masyarakat dijadikan jaminan ( dengan sertifikatnya sebagai agunan ) untuk pinjaman kepada Bank oleh perusahaan-perusahaan pengelola perkebunan tanpa mengetahui secara pasti berapa nilai hutangnya, berapa angsurannya, apa resikonya dan seberapa besar manfaatnya. Andai saja terjadi suatu hal yang merugikan dan perusahaan itu bangkrut maka masyarakat akan kehilangan lahan mereka, sangat Ironis….
Pemerintah lebih memilih sektor ini karena lebih cepat mendapatkan hasil (Sebenarnya tidak sih), rata-rata pemerintah kita mulai dari Bupati, Gubernur sampai ke Presiden menganggap bahwa ini merupakan program unggulan di bidang pertanian.
Pemerintah lebih suka terhadap program ini karena ini merupakan program yang tidak memerlukan banyak waktu dan pemikiran pamerintah sehingga pemerintah tidak usah repot-repot berfikir dan bekerja. Pragmatis memang tapi itulah kenyataanya…

43 Things Tags: Petani, Perkebunan, Kelapa Sawit, Lingkungan Hidup, Kerusakan LiveJournal Tags: Petani, Perkebunan, Kelapa Sawit, Lingkungan Hidup, Kerusakan Technorati Tags: Petani, Perkebunan, Kelapa Sawit, Lingkungan Hidup, Kerusakan
Sabtu, 02 Januari 2010
Pandangan: Take Me Out Indonesia yang melejitkan Ayu Oktasari
02.50 | Diposting oleh
Unknown
Ditengah naiknya rating acara Take Me Out Indonesia yang di tayangkan oleh sebuah stasiun TV swasta Indonesia ini, beredar berita yang kurang sedap tapi sensasional yaitu kabar tentang foto-foto mesum salah satu pesertanya (seolah menjadi artis / selebriti ) yaitu Ayu Oktasari.
Beberapa tanggapan saya ( maaf agak negtif ) tentang acara tersebut:
“Take Me Out”, Biro Jodoh Kapitalis! gaulislam edisi 103/tahun ke-2 (23 Syawal 1430 H/12 Oktober 2009)
Dikutip dari http://www.dudung.net
Acara reality show di Indonesia diramaikan dengan program acara biro perjodohan bernama Take Me Out Indonesia. Acara ini tentang 30 perempuan berusia 20-40 tahun berstatus single. Mereka mencari pasangan. Bisa untuk suami, pacar, atau sekedar coba-coba. Di setiap episodenya, ada 7 pria single yang keluar satu demi satu untuk dipilih dan memilih para perempuan itu.
Suksesnya acara Take Me Out, memunculkan acara serupa dengan judul Take Him Out yang berisi kebalikannya. Take Him Out berisi 30 pria single dan 7 perempuan single di setiap episodenya.
Biro jodoh asal tiru
Take Me Out adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang FremantleMedia. Saat ini Take Me Out telah ditayangkan di 3 negara Eropa (Spanyol, Netherland, Denmark), menyusul UK. Dari sini aja, udah kelihatan banget nuansa asal tiru yang penting laku. Rating tinggi, iklan berdatangan, dan itu artinya banyak rupiah berdatangan. Sedangkan bagi pesertanya, lumayanlah bisa nampang di layar kaca dan ditonton oleh orang se-Indonesia raya.
Orang Indonesia memang suka sekali meniru terutama dalam hal tayangan-tayangan TV. Kalo yang ditiru baik sih, nggak masalah. Tapi kalo yang ditiru adalah hal-hal yang negatif, maka ini yang bahaya. Biro jodoh di TV ini adalah salah satu acara yang diadopsi habis dari mereka yang berbudaya sangat jauh dari kita.
Bukan masalah Timur dan Barat, tapi yang lebih urgen adalah budaya non Islam yang diadopsi habis-habisan oleh masyarakat kita yang mayoritas muslim. Lihat aja gaya berbusana para perempuan di acara itu. Bagaian “atas-bawah” terbuka semua. Hanya di bulan Ramadhan dan awal Idul Fitri aja mereka kayaknya diharusnya berpakaian yang agak tertutup. Catet lho, “agak” hehehe..
Ini dari segi gaya busana. Cara memilih pasangan, juga dilakukan secara primitif. “Kok bisa? Padahal mereka berada di panggung canggih dan modern penuh sentuhan teknologi,” mungkin itu pikirmu. Non, modern nggaknya sesuatu, itu bukan ditentukan dari penampilan fisik semata. Itu cuma artificial alias palsu. Primitif atau modern itu bisa dilihat dari bagaimana acara ini merancang 30 kandidat dalam memilih satu calon di depan.
Fisik, itu yang utama pria memilih perempuan. Meskipun yang perempuan cerdas, tapi kalo nggak cantik dan langsing jangan harap bakal terpilih. Jenis pekerjaan, itu pilihan utama perempuan dalam memilih si pria. Jabatan direktur atau pemilik sebuah perusahaan, bisa dipastikan hampir semua perempuan menyalakan lampunya agar dipilih oleh si pria tersebut.
Iman dan takwa? Boro-boro, euy. Jauh dah! Belum lagi baju pembawa acara yang bagian “atas bawah” serba terbuka. Bener-bener ajang pamer aurat tiada henti!
“Take Me Out Ramadhan”
Episode “Take Me Out Ramadhan” adalah yang paling bikin saya muak dari semua episode yang ada. Gimana nggak, kalo yang hak dan yang batil dicampur aduk jadi satu. Ibarat minum susu kecampur sama air comberan, udah gitu ada lalat ijonya. Hueks…siapa sudi?
Di acara tersebut, menghadirkan narasumber yang terkenal dengan nama Ustadz Cinta. Dia bertugas untuk terus ngasih nasihat-nasihat cintanya. Pake dalil-dalil yang terkesan maksa pula. Hmm.. mending kalo bener, yang terjadi malah jaka sembung tuh dalil alias nggak nyambung. Bagaimana mungkin seseorang yang disebut ustadz dan paham Islam bisa menjadi narasumber untuk menyampaikan dalil bagi acara umbar aurat dan jelas-jelas hedonis itu?
Aha, jadi agak-agak sedikit nuduh nih (eh, bukan ding, curiga aja), jangan-jangan uang memang bisa melupakan segalanya. Mungkin dia dan manajemennya berpikir, “Nggak masalah ayat-ayat Allah dijual, yang penting doku tebal.” Naudzhubillah. Mudah-mudahan sih tidak. Tapi ya nggak tahu juga sih. Ikutan di situ aja udah menunjukkan gimana kualitas sebenarnya. Kasihan banget!
Di acara Take Me Out edisi Ramadhan, emang baju pun sudah mulai berubah bentuk. Para perempuan yang semula pada pamer sekwilda (maaf, sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi) sudah mulai ditertibkan. Celana panjang atau rok menutup lutut, dengan baju atasan yang tidak boleh terlalu terbuka menghiasi Take Me Out edisi Ramadhan dan Syawal. Tapi, biarpun para peserta udah mulai sopan gaya berbusananya, ternyata pembawa acara tetap cuek-cuek aja. Pundak, leher dan dada terbuka lebar tak masalah. Begitu juga dengan rok pendek di atas lutut tetap muncul di episode demi episode. Gawat!
Islam punya jalan
Bila berani mengatakan itu buruk, pasti ada yang baik. Bila mengatakan itu batil, pasti ada yang hak alias benar. Bila mengatakan itu tidak sesuai dengan syariat Allah, pasti ada yang sesuai. Yupz…Islam nggak cuma bisa nunjukkin dan mengkritik masalah tapi juga bisa menyodorkan solusi untuk masalah tersebut.
Dalam Islam, kewajiban menikahkan anak perempuan itu adalah menjadi tugas wali atau ayah gadis tersebut. Ayah inilah yang berusaha mencari laki-laki yang baik dan shalih sebagai suami puterinya. Bila karena satu dan lain hal, wali tidak bisa melakukan kewajibannya, maka tugas negara untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan hukum syara’.
Ayah yang baik, akan memilihkan calon suami untuk putrinya dengan memilih laki-laki yang shalih. Abu Nu’im mentakhrij di dalam al-Hilyah, 1/215, dari Tsabit al-Banaty, dia berkata: “Yazid bin Mu’awiyah menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’ untuk menikahi putrinya. Namun Abu Darda’ menolak lamarannya itu. Seseorang yang biasa bersama Yazid berkata, ‘Semoga Allah memberikan kemaslahatan kepadamu. Apakah engkau berkenan jika aku yang menikahi putri Abu Darda’?” Yazid menjawab, “Celaka engkau. Itu adalah sesuatu yang amat mengherankan.” Temannya berkata, “Perkenankan aku untuk menikahinya, semoga Allah memberikan kemaslahatan kepadamu.” Terserahlah,” jawab Yazid. Ketika Abu Darda’ benar-benar menikahkan putrinya dengan temannya Yazid itu, maka tersiar komentar yang miring, bahwa Yazid menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’, tapi lamarannya ditolak. Tapi ketika ada orang lain dari golongan orang-orang yang lemah, justru Abu Darda’ menerima dan menikahkannya. Lalu Abu Darda’ berkata,”Aku melihat seperti apa kurasakan di dalam hatiku. Jika ada dua pelamar, maka aku memeriksa rumah-rumah yang dilihatnya bisa menjadi tumpuan agamanya.”
Bro en Sis, menjadi wanita itu mulia lho. Bahkan seorang ayah yang memiliki anak wanita yang dididik dengan Islam hingga menikahkannya dengan lelaki shalih, insya Allah jaminannya surga, lho. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Rasulullah saw. bersabda, "Tiada seorang muslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal dunia kecuali keduanya menjadi dinding baginya dari api neraka." Seorang perempuan bertanya,"Apakah dua anak juga?" Rasul menjawab, "Atau dua anak perempuan." (HR Thabrani)
Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari api neraka." (HR Bukhari, Muslim)
Nah, karena saat ini kondisi umat Islam sedang berada di kemundurannya, maka sang ayah tak lagi tahu kewajibannya, apalagi negara. Dengan dikompori oleh ide feminisme, jadilah perempuan merasa bebas lepas untuk menentukan sikap termasuk dalam hal jodoh. Demi menarik lawan jenis, mereka tak segan umbar aurat. Demi mendapatkan suami tajir mereka rela merendahkan harga dirinya agar dipilih dan bisa mengalahkan saingannya.
Biro jodoh atau sebuah upaya jasa untuk mempertemukan dua anak manusia dengan tujuan pernikahan itu hal yang boleh-boleh aja dlam Islam. Yang jadi pertanyaan adalah sejauh mana pelaksanaan biro jodoh itu agar sesuai dengan syariat Islam dan bukan malah menjadi pengumbar maksiat.
Rasulullah saw. memberikan rambu-rambu dalam memilih psangan: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara; (1) karena hartanya, (2) karena kebaikan keturunan atau kedudukannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena afamanya. Maka beruntunglah engkau yang memilih wanita yang beragama, karena dengan demikian itu engkau akan berbahagia” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Janganlah kamu menikahi wanita kaeena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu akan menyebabkan dia sesat (membinasakannya); dan janganlah kamu menikahi wanita karena harta bendanya, mungkin hartanya itu menyebabkan ia sombong (sesat). Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, Demi Allah, perempuan budak yang hitam legam itu lebih utama apabila ia beragama (Islam)” (HR Ibnu Majah)
Berdasar rambu-rambu ini, sebuah biro jodoh yang bertanggung jawab tidak akan mengumbar identitas fisik para pesertanya dengan mudah. Visi dan misi menikah itu lebih diutamakan sebagaimana saran Rasulullah saw. di atas.
Ketika laki-laki memilih perempuan, faktor takwa adalah utama. Bukan fisik, wajah, apalagi postur tubuh. Karena sesungguhnya, anugerah fisik itu adalah given alias udah dari sononya. Manusia nggak bisa memilih untuk punya hidung seindah Katie Holmes, misalnya. Atau mata seindah Katherine Zeta Jones. Ya udah, apa yang ada disyukuri saja dengan memanfaatkannya di jalan Allah. Bukan untuk mengumbar maksiat.
Ketika perempuan memilih laki-laki pun, bukan faktor pekerjaan dan gaji yang utama. Tapi lebih kepada kualitas diri yang bakal jadi calon qowwam atau pemimpin rumah tangga. Percuma juga punya penghasilan puluhan juta rupiah per bulannya tapi nggak bisa baca al-Quran. Punya mobil mewah mengkilap menggiurkan, tapi ternyata jarang sholat wajib. Aduh…. biar cakep dan tajir, pria jenis ini mah buang ke laut aja. Nggak banget gitu lho!
Tujuan tak menghalalkan cara
Islam memang beda. Tujuan baik untuk mencarikan jodoh para pesertanya, tidak lantas membuat caranya selalu baik. Begitu juga dengan acara macam ini. Meskipun dibungkus dengan hadirnya Ustadz Cinta, tidak secara otomatis acara ini bisa dianggap sesuai dengan aturan Islam. Apalagi dengan romantic room yaitu sebuah tempat untuk berdua-duaan dalam rangka mengetahui lebih dalam tentang kepribadian pasangan masing-masing. Nah, berlipat-lipat deh maksiat yang ada.
Padahal jelas-jelas Rasulullah saw. bersabda (yang artinya):”Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai dengan mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan.” (HR Ahmad)
Di saat ustadz cinta berbusa-busa memutarbalik ayat demi terlegalisasinya acara tersebut, apakah berani ia menyebut hadits ini? Apakah ia berani menyebut ayat 32 surat al-Israa? Oya, redaksional ayat tersebut (yang artinya): "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
So , jangan sampe tujuan baik tapi caranya salah. Nggak sekadar niat yang benar, tapi caranya juga harus benar sesuai tuntunan syariat Islam. Ok?
Sadarlah!
Sekarang saatnya bagi kamu kaum perempuan dan laki-laki yang dieskploitasi kejombloan mereka untuk sadar. Apa pun dalihnya, uang adalah tuhan para penyelenggara acara itu. Tak peduli harus dengan memanfaatkan perasaan orang lain. Dalam hal jodoh, perasaan jelas terlibat. Itu adalah komoditas yang akan memancing pemasang iklan untuk berdatangan. Uang adalah hasil akhirnya. Sangat khas kapitalisme.
Jodoh itu masalah serius, bukan main-main. Apa bisa seorang jodoh yang baik dunia-akhirat didapat dari penilaian fisik selama 10 menit? Pasti faktor nafsu yang banyak berperan di sana. Tatakrama menundukkan pandangan pada memandang sesuatu yang haram nggak berlaku sama sekali. Boro-boro bisa menundukkan pandangan, baju aja pada sengaja dibuka-buka begitu.
Seorang muslim selalu melibatkan peran serta Allah Swt. dalam setiap lengkah kehidupannya, termasuk dalam hal jodoh. Sholat istikharah mustahil bin mustahal diingat dalam momen seperti ini yang penuh dengan suasana hedonis dan pamer body serta materi. Jadi bagi kamu yang mungkin terbersit keinginan untuk ikut ajang ini, pikir-pikir lagi deh. Banyak maksiat dan kemudharatan terjadi di sana. Masa’ iya setelah penjelasan panjang lebar ini, hati dan pikirmu tidak terketuk untuk berubah? Berubah jadi yang lebih baik, paling tidak bukan malah ikut melestarikan ajang seperti ini. Setuju kan?
Gaungkan opini seperti ini di lingkunganmu, agar orang-orang juga ikutan sadar dan tak terlalu kesengsem sama acara sejenis. Nonton sih boleh-boleh aja tapi nggak perlu sampai maniak dan ketagihan. Karena ada loh ternyata orang-orang yang nggak bisa tidur kalo belum nonton Take Me Out. Walah… segitunya.
Saatnya kita buka kebobrokan kapitalisme yang sangat tidak memanusiakan manusia, termasuk menjadikan komoditi ajang perjodohan yang seharusnya sakral ini. Sudah terlalu lama dunia ini terpuruk akibat kapitalisme ini. Jadi sekarang saatnya Islam dilirik sebagai solusi tak terkecuali dalam memilih jodoh dan ajang perjodohannya. Manusia itu punya harga diri, perasaan dan keimanan. Bukan sekadar onggokan daging yang dinilai dari tampilan luar fisik yang sifatnya sangat fana. Jadi, ayo bergerak dan berdakwah! Tetap semangat ya!
LiveJournal Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan Technorati Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan 43 Things Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan Flickr Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan
Beberapa tanggapan saya ( maaf agak negtif ) tentang acara tersebut:
- Menampakan kesan glamour dan materialisme yang sangat tinggi.
- Mengaburkan tujuan hakiki mencari pasangan hidup, karena pertimbangan utama yang lahir dari pentas acara tersebut memang materialisme.
- Seolah-olah dalam mencari jodoh mengenal dan menilai hanya dari penampilan fisik semata dan bisa dilakukan dalam waktu yang singkat hanya dengan menyampaikan beberapa pertanyaan (lagi-lagi kebanyakan juga yang ditanyakan adalah persoalan materi).
- Acara ini tidak mendidik dan lebih kepada suguhan glamour-isme dan hiburan bermuatan penuh dengan materialisme.
“Take Me Out”, Biro Jodoh Kapitalis! gaulislam edisi 103/tahun ke-2 (23 Syawal 1430 H/12 Oktober 2009)
Dikutip dari http://www.dudung.net
Acara reality show di Indonesia diramaikan dengan program acara biro perjodohan bernama Take Me Out Indonesia. Acara ini tentang 30 perempuan berusia 20-40 tahun berstatus single. Mereka mencari pasangan. Bisa untuk suami, pacar, atau sekedar coba-coba. Di setiap episodenya, ada 7 pria single yang keluar satu demi satu untuk dipilih dan memilih para perempuan itu.
Suksesnya acara Take Me Out, memunculkan acara serupa dengan judul Take Him Out yang berisi kebalikannya. Take Him Out berisi 30 pria single dan 7 perempuan single di setiap episodenya.
Biro jodoh asal tiru
Take Me Out adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang FremantleMedia. Saat ini Take Me Out telah ditayangkan di 3 negara Eropa (Spanyol, Netherland, Denmark), menyusul UK. Dari sini aja, udah kelihatan banget nuansa asal tiru yang penting laku. Rating tinggi, iklan berdatangan, dan itu artinya banyak rupiah berdatangan. Sedangkan bagi pesertanya, lumayanlah bisa nampang di layar kaca dan ditonton oleh orang se-Indonesia raya.
Orang Indonesia memang suka sekali meniru terutama dalam hal tayangan-tayangan TV. Kalo yang ditiru baik sih, nggak masalah. Tapi kalo yang ditiru adalah hal-hal yang negatif, maka ini yang bahaya. Biro jodoh di TV ini adalah salah satu acara yang diadopsi habis dari mereka yang berbudaya sangat jauh dari kita.
Bukan masalah Timur dan Barat, tapi yang lebih urgen adalah budaya non Islam yang diadopsi habis-habisan oleh masyarakat kita yang mayoritas muslim. Lihat aja gaya berbusana para perempuan di acara itu. Bagaian “atas-bawah” terbuka semua. Hanya di bulan Ramadhan dan awal Idul Fitri aja mereka kayaknya diharusnya berpakaian yang agak tertutup. Catet lho, “agak” hehehe..
Ini dari segi gaya busana. Cara memilih pasangan, juga dilakukan secara primitif. “Kok bisa? Padahal mereka berada di panggung canggih dan modern penuh sentuhan teknologi,” mungkin itu pikirmu. Non, modern nggaknya sesuatu, itu bukan ditentukan dari penampilan fisik semata. Itu cuma artificial alias palsu. Primitif atau modern itu bisa dilihat dari bagaimana acara ini merancang 30 kandidat dalam memilih satu calon di depan.
Fisik, itu yang utama pria memilih perempuan. Meskipun yang perempuan cerdas, tapi kalo nggak cantik dan langsing jangan harap bakal terpilih. Jenis pekerjaan, itu pilihan utama perempuan dalam memilih si pria. Jabatan direktur atau pemilik sebuah perusahaan, bisa dipastikan hampir semua perempuan menyalakan lampunya agar dipilih oleh si pria tersebut.
Iman dan takwa? Boro-boro, euy. Jauh dah! Belum lagi baju pembawa acara yang bagian “atas bawah” serba terbuka. Bener-bener ajang pamer aurat tiada henti!
“Take Me Out Ramadhan”
Episode “Take Me Out Ramadhan” adalah yang paling bikin saya muak dari semua episode yang ada. Gimana nggak, kalo yang hak dan yang batil dicampur aduk jadi satu. Ibarat minum susu kecampur sama air comberan, udah gitu ada lalat ijonya. Hueks…siapa sudi?
Di acara tersebut, menghadirkan narasumber yang terkenal dengan nama Ustadz Cinta. Dia bertugas untuk terus ngasih nasihat-nasihat cintanya. Pake dalil-dalil yang terkesan maksa pula. Hmm.. mending kalo bener, yang terjadi malah jaka sembung tuh dalil alias nggak nyambung. Bagaimana mungkin seseorang yang disebut ustadz dan paham Islam bisa menjadi narasumber untuk menyampaikan dalil bagi acara umbar aurat dan jelas-jelas hedonis itu?
Aha, jadi agak-agak sedikit nuduh nih (eh, bukan ding, curiga aja), jangan-jangan uang memang bisa melupakan segalanya. Mungkin dia dan manajemennya berpikir, “Nggak masalah ayat-ayat Allah dijual, yang penting doku tebal.” Naudzhubillah. Mudah-mudahan sih tidak. Tapi ya nggak tahu juga sih. Ikutan di situ aja udah menunjukkan gimana kualitas sebenarnya. Kasihan banget!
Di acara Take Me Out edisi Ramadhan, emang baju pun sudah mulai berubah bentuk. Para perempuan yang semula pada pamer sekwilda (maaf, sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi) sudah mulai ditertibkan. Celana panjang atau rok menutup lutut, dengan baju atasan yang tidak boleh terlalu terbuka menghiasi Take Me Out edisi Ramadhan dan Syawal. Tapi, biarpun para peserta udah mulai sopan gaya berbusananya, ternyata pembawa acara tetap cuek-cuek aja. Pundak, leher dan dada terbuka lebar tak masalah. Begitu juga dengan rok pendek di atas lutut tetap muncul di episode demi episode. Gawat!
Islam punya jalan
Bila berani mengatakan itu buruk, pasti ada yang baik. Bila mengatakan itu batil, pasti ada yang hak alias benar. Bila mengatakan itu tidak sesuai dengan syariat Allah, pasti ada yang sesuai. Yupz…Islam nggak cuma bisa nunjukkin dan mengkritik masalah tapi juga bisa menyodorkan solusi untuk masalah tersebut.
Dalam Islam, kewajiban menikahkan anak perempuan itu adalah menjadi tugas wali atau ayah gadis tersebut. Ayah inilah yang berusaha mencari laki-laki yang baik dan shalih sebagai suami puterinya. Bila karena satu dan lain hal, wali tidak bisa melakukan kewajibannya, maka tugas negara untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan hukum syara’.
Ayah yang baik, akan memilihkan calon suami untuk putrinya dengan memilih laki-laki yang shalih. Abu Nu’im mentakhrij di dalam al-Hilyah, 1/215, dari Tsabit al-Banaty, dia berkata: “Yazid bin Mu’awiyah menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’ untuk menikahi putrinya. Namun Abu Darda’ menolak lamarannya itu. Seseorang yang biasa bersama Yazid berkata, ‘Semoga Allah memberikan kemaslahatan kepadamu. Apakah engkau berkenan jika aku yang menikahi putri Abu Darda’?” Yazid menjawab, “Celaka engkau. Itu adalah sesuatu yang amat mengherankan.” Temannya berkata, “Perkenankan aku untuk menikahinya, semoga Allah memberikan kemaslahatan kepadamu.” Terserahlah,” jawab Yazid. Ketika Abu Darda’ benar-benar menikahkan putrinya dengan temannya Yazid itu, maka tersiar komentar yang miring, bahwa Yazid menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’, tapi lamarannya ditolak. Tapi ketika ada orang lain dari golongan orang-orang yang lemah, justru Abu Darda’ menerima dan menikahkannya. Lalu Abu Darda’ berkata,”Aku melihat seperti apa kurasakan di dalam hatiku. Jika ada dua pelamar, maka aku memeriksa rumah-rumah yang dilihatnya bisa menjadi tumpuan agamanya.”
Bro en Sis, menjadi wanita itu mulia lho. Bahkan seorang ayah yang memiliki anak wanita yang dididik dengan Islam hingga menikahkannya dengan lelaki shalih, insya Allah jaminannya surga, lho. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Rasulullah saw. bersabda, "Tiada seorang muslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal dunia kecuali keduanya menjadi dinding baginya dari api neraka." Seorang perempuan bertanya,"Apakah dua anak juga?" Rasul menjawab, "Atau dua anak perempuan." (HR Thabrani)
Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari api neraka." (HR Bukhari, Muslim)
Nah, karena saat ini kondisi umat Islam sedang berada di kemundurannya, maka sang ayah tak lagi tahu kewajibannya, apalagi negara. Dengan dikompori oleh ide feminisme, jadilah perempuan merasa bebas lepas untuk menentukan sikap termasuk dalam hal jodoh. Demi menarik lawan jenis, mereka tak segan umbar aurat. Demi mendapatkan suami tajir mereka rela merendahkan harga dirinya agar dipilih dan bisa mengalahkan saingannya.
Biro jodoh atau sebuah upaya jasa untuk mempertemukan dua anak manusia dengan tujuan pernikahan itu hal yang boleh-boleh aja dlam Islam. Yang jadi pertanyaan adalah sejauh mana pelaksanaan biro jodoh itu agar sesuai dengan syariat Islam dan bukan malah menjadi pengumbar maksiat.
Rasulullah saw. memberikan rambu-rambu dalam memilih psangan: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara; (1) karena hartanya, (2) karena kebaikan keturunan atau kedudukannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena afamanya. Maka beruntunglah engkau yang memilih wanita yang beragama, karena dengan demikian itu engkau akan berbahagia” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Janganlah kamu menikahi wanita kaeena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu akan menyebabkan dia sesat (membinasakannya); dan janganlah kamu menikahi wanita karena harta bendanya, mungkin hartanya itu menyebabkan ia sombong (sesat). Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, Demi Allah, perempuan budak yang hitam legam itu lebih utama apabila ia beragama (Islam)” (HR Ibnu Majah)
Berdasar rambu-rambu ini, sebuah biro jodoh yang bertanggung jawab tidak akan mengumbar identitas fisik para pesertanya dengan mudah. Visi dan misi menikah itu lebih diutamakan sebagaimana saran Rasulullah saw. di atas.
Ketika laki-laki memilih perempuan, faktor takwa adalah utama. Bukan fisik, wajah, apalagi postur tubuh. Karena sesungguhnya, anugerah fisik itu adalah given alias udah dari sononya. Manusia nggak bisa memilih untuk punya hidung seindah Katie Holmes, misalnya. Atau mata seindah Katherine Zeta Jones. Ya udah, apa yang ada disyukuri saja dengan memanfaatkannya di jalan Allah. Bukan untuk mengumbar maksiat.
Ketika perempuan memilih laki-laki pun, bukan faktor pekerjaan dan gaji yang utama. Tapi lebih kepada kualitas diri yang bakal jadi calon qowwam atau pemimpin rumah tangga. Percuma juga punya penghasilan puluhan juta rupiah per bulannya tapi nggak bisa baca al-Quran. Punya mobil mewah mengkilap menggiurkan, tapi ternyata jarang sholat wajib. Aduh…. biar cakep dan tajir, pria jenis ini mah buang ke laut aja. Nggak banget gitu lho!
Tujuan tak menghalalkan cara
Islam memang beda. Tujuan baik untuk mencarikan jodoh para pesertanya, tidak lantas membuat caranya selalu baik. Begitu juga dengan acara macam ini. Meskipun dibungkus dengan hadirnya Ustadz Cinta, tidak secara otomatis acara ini bisa dianggap sesuai dengan aturan Islam. Apalagi dengan romantic room yaitu sebuah tempat untuk berdua-duaan dalam rangka mengetahui lebih dalam tentang kepribadian pasangan masing-masing. Nah, berlipat-lipat deh maksiat yang ada.
Padahal jelas-jelas Rasulullah saw. bersabda (yang artinya):”Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai dengan mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan.” (HR Ahmad)
Di saat ustadz cinta berbusa-busa memutarbalik ayat demi terlegalisasinya acara tersebut, apakah berani ia menyebut hadits ini? Apakah ia berani menyebut ayat 32 surat al-Israa? Oya, redaksional ayat tersebut (yang artinya): "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
So , jangan sampe tujuan baik tapi caranya salah. Nggak sekadar niat yang benar, tapi caranya juga harus benar sesuai tuntunan syariat Islam. Ok?
Sadarlah!
Sekarang saatnya bagi kamu kaum perempuan dan laki-laki yang dieskploitasi kejombloan mereka untuk sadar. Apa pun dalihnya, uang adalah tuhan para penyelenggara acara itu. Tak peduli harus dengan memanfaatkan perasaan orang lain. Dalam hal jodoh, perasaan jelas terlibat. Itu adalah komoditas yang akan memancing pemasang iklan untuk berdatangan. Uang adalah hasil akhirnya. Sangat khas kapitalisme.
Jodoh itu masalah serius, bukan main-main. Apa bisa seorang jodoh yang baik dunia-akhirat didapat dari penilaian fisik selama 10 menit? Pasti faktor nafsu yang banyak berperan di sana. Tatakrama menundukkan pandangan pada memandang sesuatu yang haram nggak berlaku sama sekali. Boro-boro bisa menundukkan pandangan, baju aja pada sengaja dibuka-buka begitu.
Seorang muslim selalu melibatkan peran serta Allah Swt. dalam setiap lengkah kehidupannya, termasuk dalam hal jodoh. Sholat istikharah mustahil bin mustahal diingat dalam momen seperti ini yang penuh dengan suasana hedonis dan pamer body serta materi. Jadi bagi kamu yang mungkin terbersit keinginan untuk ikut ajang ini, pikir-pikir lagi deh. Banyak maksiat dan kemudharatan terjadi di sana. Masa’ iya setelah penjelasan panjang lebar ini, hati dan pikirmu tidak terketuk untuk berubah? Berubah jadi yang lebih baik, paling tidak bukan malah ikut melestarikan ajang seperti ini. Setuju kan?
Gaungkan opini seperti ini di lingkunganmu, agar orang-orang juga ikutan sadar dan tak terlalu kesengsem sama acara sejenis. Nonton sih boleh-boleh aja tapi nggak perlu sampai maniak dan ketagihan. Karena ada loh ternyata orang-orang yang nggak bisa tidur kalo belum nonton Take Me Out. Walah… segitunya.
Saatnya kita buka kebobrokan kapitalisme yang sangat tidak memanusiakan manusia, termasuk menjadikan komoditi ajang perjodohan yang seharusnya sakral ini. Sudah terlalu lama dunia ini terpuruk akibat kapitalisme ini. Jadi sekarang saatnya Islam dilirik sebagai solusi tak terkecuali dalam memilih jodoh dan ajang perjodohannya. Manusia itu punya harga diri, perasaan dan keimanan. Bukan sekadar onggokan daging yang dinilai dari tampilan luar fisik yang sifatnya sangat fana. Jadi, ayo bergerak dan berdakwah! Tetap semangat ya!
LiveJournal Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan Technorati Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan 43 Things Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan Flickr Tags: Ayu Oktasari, Take Me Out Indonesia, Foto, Mesum, Islam, Ulasan
Jumat, 01 Januari 2010
Lagi: Rin Sakuragi
21.40 | Diposting oleh
Unknown
Jika Miyabi Ozawa belum sempat memainkan peran di dalam film yang berjudul Menculik Miyabi kini Rin Sakurangi malah film nya sudah selesai di kerjakan...
Untuk lebih mengenalnya, berikut profil Rin Sakuragi :
* Tanggal Lahir : 3 Maret 1989.
* Zodiac : Pisces
* Tempat Lahir : Hyogo, Jepang
* Golongan Darah : B
* Tinggi : 158 cm
* Measurements : 83-57-82 cm (33-22-32 in)
* Ukuran Cup : C65
* Hobby : Watching movie, playing with dog
* Special skill : Cooking
rin sakuragi
Kabarnya Rin Sakuragi artis porno/bokep asli Jepang ini akan tampil di film terbaru produksi Maxima Pictures yaitu ’Suster Keramas’. Walaupun dulu sempat gagal untuk menghadirkan artis film bokep asal Jepang Maria Ozawa a.k.a Miyabi dalam film ’Menculik Miyabi’ bersama Maria Ozawa dan Raditya Dika, kini Maxima Pictures kembali mencoba menghadirkan bintang porno asal Jepang yang lain, yaitu Rin Sakuragi dalam film Suster Keramas itu. Film bergenre horor komedi itu dirilis pada 31 Desember
43 Things Tags: Rin sakuragi, Miyabi, Foto, Gambar, Maria Ozawa, Miyabi, Film, Porno, Cewek, Indonesia LiveJournal Tags: Rin sakuragi, Miyabi, Foto, Gambar, Maria Ozawa, Miyabi, Film, Porno, Cewek, Indonesia Technorati Tags: Rin sakuragi, Miyabi, Foto, Gambar, Maria Ozawa, Miyabi, Film, Porno, Cewek, Indonesia
Kamis, 24 Desember 2009
Kasus Ganti Kelamin
21.16 | Diposting oleh
Unknown
JAKARTA (SuaraMedia News) - Sikap keras Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap langkah Nadia Ilmira Arkadia mengganti statusnya menjadi perempuan menuai kritik pedas. Rekan gadis berusia 30 tahun itu menuding MUI diskriminatif.
“Kenapa kalau Dorce saja tidak terlalu dikritik. Itu artinya MUI diskriminatif,” ujar teman Nadia, Widodo Budidarmo saat berbincang di Jakarta, Jumat (25/12/2009).
Selain kasus Dorce, Widodo juga sempat menyebut contoh kasus lain yang serupa dengan nasib Nadia. Bahkan kasus-kasus tersebut terjadi sejak lama di Indonesia. “Sejak tahun 1970-an kan sudah ada kasus ganti kelamin,” sebutnya.
Pembelaan Widodo kepada Nadia lantas tidak berhenti pada kasus-kasus serupa. Dia pun lantas beranjak ke persoalan personal. Disebutkan Nadia sudah sejak lama berkeinginan berganti jenis kelamin menjadi perempuan.
Karena itu, dari aspek fisik maupun psikologis telah dirombak habis-habisan oleh Nadia. “Berbicara medis sudah selesai, pengadilan pun sudah mengeluarkan putusan. Lalu apa yang dikontroversikan? Semua sudah clear,” tandasnya.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak mempersoalkan pilihan Agus Widoyo (30) berganti status jenis kelamin menjadi perempuan.
Bahkan, keputusan tersebut tidak boleh dihalang-halangi karena merupakan hak individu yang harus dihormati semua pihak.
“Dari segi HAM, ya tergantung individu, kalau yang bersangkutan sudah tidak nyaman jadi laki-laki dia boleh saja menggunakan haknya untuk berganti jenis kelamin,” ujar Komisioner Komnas Ham Nur Cholish.
Cholish kembali menegaskan, pilihan berganti jenis kelamin merupakan hak individual, karena yang menjalani hidup adalah pribadi yang bersangkutan. “Kita boleh berpendapat apa pun,” ujarnya.
Keputusan Agus berganti jenis kelamin menjadi perempuan sempat menuai kontroversi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai perbuatan itu tidak selayaknya dilakukan. Rencananya MUI bakal melaporkan hakim Pengadilan Negeri Batang, Jawa Tengah, yang mengabulkan permohonan Agus ke Komisi Yudisial.
Sementara itu, Penolakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap dikabulkannya permohonan ganti kelamin Agus Widoyo oleh Pengadilan Negeri Batang, Jawa Tengah, salah satunya didasari kekhawatiran ganti kelamin jadi tren di Indonesia.
Padahal dari aspek agama ganti kelamin adalah sesuatu yang dilarang karena aspek mudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya.
“Jadi jangan seenaknya sendiri,” ujar Ketua MUI Amidhan.
Kiai Amidhan menegarai, fatwa MUI soal pengharaman ganti kelamin tanpa alasan yang kuat tidak sampai kepada para hakim di Pengadilan Negeri Batang serta pemohon penetapan gugatan, yaitu Agus Widoyo. Sehingga, perkara tersebut mendapat persetujuan dari para hakim.
“Jangankan soal ganti kelamin. Mau ganti ginjal atau menjual organ tubuh saja ada hukumnya. Tapi itu semua demi kesehatan yang bersangkutan,” terangnya.
“Jadi biar tidak sembarangan. Memang soal itu bisa dibawa ke ranah HAM, tapi jangan seenaknya,” tandasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Komisi Yudisial (KY) memeriksa hakim Pengadilan Negeri Batang, Jawa Tengah, yang telah mengabulkan permohonan Agus Widiyanto (30), mengubah jenis kelaminnya dari laki-laki menjadi wanita bernama Nadia Ilmira Arkadea.
MUI juga meminta aparat penegak hukum mendalami kasus ini, termasuk memintai keterangan pelaku operasi kelamin. “Para hakim yang memutuskan perlu ditelusuri lebih lanjut. Karenanya kami minta KY memeriksa para hakim tersebut,” kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta.
Lebih jauh MUI juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Departemen Kesehatan (Depkes) agar menindak pihak tenaga medis dari rumah sakit dr Soetomo, Surabaya, yang melakukan operasi ganti kelamin.
Menurut Ni’am, tindakan melakukan operasi ganti kelamin yang dilakukan tenaga medis (dokter) jelas bertentangan dengan Kode Etik Kedokteran dan hukum agama. Dia yakin kode etik kedokteran yang ada saat ini tidak bertentangan dengan hukum agama, mengingat Kode Etik Kedokteran ini tunduk pada nilai-nilai moral dan hukum yang berlaku. “Harusnya dokter tahu soal kode etik ini,” katanya.
Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ali Musthofa Ya’kup menegaskan, mengganti jenis kelamin haram hukumnya. Dalam agama Islam, jenis kelamin hanya ada dua: laki-laki dan perempuan.
“Seseorang dikatakan laki-laki atau perempuan ditentukan hanya berdasarkan jenis kelamin, bukan dilihat dari fisiknya maupun psikologi, bukan pula dari penampilan dan sebagainya,” katanya. Ganti kelamin diperbolehkan dalam Islam sepanjang untuk melakukan penyempurnaan. Misalnya ada orang yang berkelamin ganda, tapi dari dua alat kelamin tersebut yang berfungsi alat kelamin laki-laki, maka dia tetap sebagai laki-laki. “Nah, kalau orang yang seperti ini ingin menyempurnakan sifat ‘kelakilakiannya’, maka boleh dalam agama Islam. Begitu juga sebaliknya,” katanya.
Jika ada orang yang terlahir laki-laki dengan memiliki alat kelamin laki-laki kemudian ingin diganti menjadi alat kelamin perempuan, itu hukumnya haram. “Khusus kasus Agus Widiyanto (Nadia), kalau memang dia terlahir sebagai laki-laki dan alat kelamin yang berfungsi kelamin laki-laki, maka hukumnya haram bagi Nadia untuk melakukan operasi,” katanya.
Ali kemudian mengungkapkan bahwa kasus seperti ini bukan lagi kasus yang baru, mengingat pernah terjadi pada 1970-an. “Tahun 1970-an pernah ada di Jakarta. Saat ini hakim mengabulkan pergantian status kelamin dari laki-laki menjadi perempuan. Awalnya namanya Vivian Rubianto kemudian diubah menjadi Vivian Rubianti. Jadi ini bukan hal baru,” katanya.
Anggota Komisi Yudisial (KY), Zainal Arifin, saat dikonfirmasi mengenai putusan PN Batang, mempertanyakan alasan hakim mengabulkan permohonan.
Menurutnya, sudah seharusnya hakim mencantumkan pasal-pasal apa saja dan menjelaskan dasar hukum yang mengatur perkara pergantian jenis kelamin. “Kalau sekiranya pasal yang dicantumkan tidak tepat, itu namanya hakim tidak benar dan harus ditindak,” kata Zainal.
Zainal mengaku KY hingga kini belum mengetahui secara pasti kasus pergantian jenis kelamin tersebut. Walau begitu dia tetap berjanji akan segera mempelajari, untuk selanjutnya melakukan tindakan terhadap hakim yang bersangkutan. “Yang pasti kami akan pelajari dulu. Apalagi MUI sudah mengeluarkan sikap begini,” katanya.
Di pihak lain, Humas PN Batang menegaskan bahwa PN Batang berani mengabulkan permohonan Nadia berdasarkan landasan hukum. Meski tidak dikenal di KUHP, PN mengabulkan permohonan ganti kelamin berdasarkan UU Hak Asasi Manusia. Undang-undang ini bisa digunakan karena sudah disepakati masyarakat internasional. Prof Djohansjah Marzoeki, yang dikonfirmasi soal sikap MUI, menandaskan bahwa dia melakukan operasi ganti kelamin semata-mata untuk meringankan derita manusia. “Ada yang menderita karena mengalami transeksual. Jadi ada manusia yang merasa badan tidak sesuai dengan perasaannya atau sebaliknya merasa perasaannya tidak sesuai badannya,” kata ahli bedah plastik dari RSU dr Soetomo ini kemarin.
Djohansjah yang mengoperasi Nadia 2005 silam mengaku baru akan mau melakukan operasi pergantian kelamin jika pasien mengalami kondisi tersebut. Jika tidak mengalami hal itu dia akan tegas menolak. Djohansjah juga mendasari tindakannya dengan indikasi dan kontraindikasi. ”Selama diperbolehkan dan tidak dilarang, dokter boleh melakukan suatu operasi,” ujarnya.
Saat ditanya apakah hal itu tidak melawan takdir? Dengan nada tinggi Djohansjah menjawab bahwa tindakan yang dia lakukan adalah meringankan penderitaan orang lain.
”Setelah operasi dia semakin menderita atau senang. Itu moral tinggi bukan?” katanya balik bertanya. Menolong penderita transeksual bagi Djohansjah merupakan perbuatan dengan etika moral tinggi. Terkait fatwa MUI, Prof Djohansjah menyatakan tidak ada masalah. “MUI tahun berapa itu? Dulu tidak apa-apa,” jawabnya. Selain itu, kedokteran tidak ikut campur dalam urusan MUI karena tidak ada kaitannya. “MUI itu untuk umatnya. Kalau kedokteran itu berpijak pada Etika Kedokteran, Undang-Undang Kedokteran, dan sebagainya.Tidak ikut-ikut MUI,” balas Prof Johansyah.
Nadia Gelar Tasyakuran
Sehari setelah disahkan PN Batang sebagai perempuan, Nadia Ilmira Arkadea (30), langsung menggelar tasyakur kemarin. Bertempat di kediaman Handoko Wibowo, seorang pengacara, di Cepoko Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Nadia menyajikan kue tar dan beberapa aneka makan ringan untuk tetangga dan koleganya.
Sepanjang acara Nadia yang mengenakan baju merah muda itu terlihat semringah. Apalagi banyak tetangga, termasuk di antaranya anak-anak, turun meramaikan tasyakuran. Dengan status baru ini Nadia merasa lebih diterima masyarakat. Saat masih menjadi waria dia merasa dipandang masyarakat sebelah mata.
Sementara itu, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meyakini keputusan yang diambil RSU Dr Soetomo Surabaya melakukan operasi ganti kelamin terhadap Agus Widoyo tidak melanggar etika kedokteran.
Ketua MKEK IDI Agus Purwadianto menandaskan, pihak rumah sakit sebelum melakukan operasi sudah pasti melakukan proses assessment (penilaian) panjang dengan melibatkan beberapa dokter dan ahli kejiwaan. “Yang tidak boleh adalah kalau ada pasien yang minta ganti kelamin lalu dokter langsung melaksanakan tanpa melakukan assessment dulu,” katanya.
Agus mengungkapkan, dalam etika kedokteran, aturan boleh dan tidaknya berganti kelamin tidak disebutkan secara spesifik dan dalam aturan tertulis. Namun, teori etika kedokteran tidak hanya didasarkan pada perbuatan, tapi juga akibat yang baik bagi orang bersangkutan atau diistilahkan teleologi. Artinya, operasi ganti kelamin diperkenankan jika akibatnya baik bagi yang bersangkutan.
“Kalau sudah dikonfirmasi bahwa memang secara psikologis perasaan dia sebagai wanita dan orientasi seksualnya secara etis diyakini ‘berbeda’, lalu sudah dilakukan terapi ternyata tidak berhasil,maka berganti kelamin mungkin malah menolong,” papar Agus.
Meski kasus ini bukan pertama dan sudah terjadi sejak 1970-an, operasi ganti kelamin akan terus menjadi kontroversi. Karena itu, untuk menjembatani persoalan tersebut,IDI harus menyusun etikolega. “Kasus seperti ini sudah menyentuh ranah hukum, bukan lagi etika murni. Untuk keperluan ini harus dibentuk lagi aturan hukum yang berbasis etika,” tandasnya.
Sebelumnya Prof Djohansjah Marzuki dari RSU Dr Soetomo menegaskan bahwa dirinya melakukan operasi ganti kelamin semata mata untuk meringankan derita manusia yang merasa perasaannya tidak sesuai dengan badannya. Johansyah yang mengoperasi Nadia pada 2005 mengaku baru akan mau melakukan operasi pergantian kelamin jika pasien mengalami kondisi tersebut. Jika tidak mengalami hal itu, dia akan tegas menolak.
Selain itu, dokter yang sukses mengoperasi Dorce Gamalama ini juga mendasari tindakannya pada indikasi dan kontraindikasi. ‘”Selama diperbolehkan dan tidak dilarang, dokter boleh melakukan suatu operasi,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempersoalkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Batang yang mengabulkan permintaan Agus Widoyo (30), untuk berganti kelamin menjadi wanita. MUI meminta Komisi Yudisial (KY) memeriksa hakim yang mengabulkan permohonan tersebut.
Selain itu, MUI juga mempertanyakan kode etik kedokteran sehingga tenaga medis RSU Dr Sutomo Surabaya berani melakukan operasi pergantian kelamin Agus yang kemudian berganti nama menjadi Nadia Ilmira Arkadea. Nadia mengakui keputusan mengubah jenis kelamin akan menimbulkan polemik. ”Saya menyadari pasti akan menimbulkan pro dan kontra. Saya juga tidak mengharapkan semua pihak mempunyai pemikiran yang sama,” ungkap Nadia kepada Seputar Indonesia tadi malam. Dia menilai, pernyataan miring muncul karena hanya melihat dari satu sisi yakni kondisi fisiknya.
Perjuangan panjang dan berliku yang dilakukannya hingga pengesahan di PN Batang tidak dijadikan pertimbangan. “Yang jelas saya bersyukur keluarga merestui keinginan ini. Orangtua dan saudara memberikan dukungan buktinya tidak mengucilkan saya meski tampaknya mereka (keluarga) belum siap dengan anggapan miring dari masyarakat,” ujarnya.(okz) http://www.suaramedia.com/
Technorati Tags: Majelis Ulama Indonesia, MUI, Nadia Ilmira Arkadia, Kasus, Ganti Kelamin 43 Things Tags: Majelis Ulama Indonesia, MUI, Nadia Ilmira Arkadia, Kasus, Ganti Kelamin
“Kenapa kalau Dorce saja tidak terlalu dikritik. Itu artinya MUI diskriminatif,” ujar teman Nadia, Widodo Budidarmo saat berbincang di Jakarta, Jumat (25/12/2009).
Selain kasus Dorce, Widodo juga sempat menyebut contoh kasus lain yang serupa dengan nasib Nadia. Bahkan kasus-kasus tersebut terjadi sejak lama di Indonesia. “Sejak tahun 1970-an kan sudah ada kasus ganti kelamin,” sebutnya.
Pembelaan Widodo kepada Nadia lantas tidak berhenti pada kasus-kasus serupa. Dia pun lantas beranjak ke persoalan personal. Disebutkan Nadia sudah sejak lama berkeinginan berganti jenis kelamin menjadi perempuan.
Karena itu, dari aspek fisik maupun psikologis telah dirombak habis-habisan oleh Nadia. “Berbicara medis sudah selesai, pengadilan pun sudah mengeluarkan putusan. Lalu apa yang dikontroversikan? Semua sudah clear,” tandasnya.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak mempersoalkan pilihan Agus Widoyo (30) berganti status jenis kelamin menjadi perempuan.
Bahkan, keputusan tersebut tidak boleh dihalang-halangi karena merupakan hak individu yang harus dihormati semua pihak.
“Dari segi HAM, ya tergantung individu, kalau yang bersangkutan sudah tidak nyaman jadi laki-laki dia boleh saja menggunakan haknya untuk berganti jenis kelamin,” ujar Komisioner Komnas Ham Nur Cholish.
Cholish kembali menegaskan, pilihan berganti jenis kelamin merupakan hak individual, karena yang menjalani hidup adalah pribadi yang bersangkutan. “Kita boleh berpendapat apa pun,” ujarnya.
Keputusan Agus berganti jenis kelamin menjadi perempuan sempat menuai kontroversi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai perbuatan itu tidak selayaknya dilakukan. Rencananya MUI bakal melaporkan hakim Pengadilan Negeri Batang, Jawa Tengah, yang mengabulkan permohonan Agus ke Komisi Yudisial.
Sementara itu, Penolakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap dikabulkannya permohonan ganti kelamin Agus Widoyo oleh Pengadilan Negeri Batang, Jawa Tengah, salah satunya didasari kekhawatiran ganti kelamin jadi tren di Indonesia.
Padahal dari aspek agama ganti kelamin adalah sesuatu yang dilarang karena aspek mudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya.
“Jadi jangan seenaknya sendiri,” ujar Ketua MUI Amidhan.
Kiai Amidhan menegarai, fatwa MUI soal pengharaman ganti kelamin tanpa alasan yang kuat tidak sampai kepada para hakim di Pengadilan Negeri Batang serta pemohon penetapan gugatan, yaitu Agus Widoyo. Sehingga, perkara tersebut mendapat persetujuan dari para hakim.
“Jangankan soal ganti kelamin. Mau ganti ginjal atau menjual organ tubuh saja ada hukumnya. Tapi itu semua demi kesehatan yang bersangkutan,” terangnya.
“Jadi biar tidak sembarangan. Memang soal itu bisa dibawa ke ranah HAM, tapi jangan seenaknya,” tandasnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Komisi Yudisial (KY) memeriksa hakim Pengadilan Negeri Batang, Jawa Tengah, yang telah mengabulkan permohonan Agus Widiyanto (30), mengubah jenis kelaminnya dari laki-laki menjadi wanita bernama Nadia Ilmira Arkadea.
MUI juga meminta aparat penegak hukum mendalami kasus ini, termasuk memintai keterangan pelaku operasi kelamin. “Para hakim yang memutuskan perlu ditelusuri lebih lanjut. Karenanya kami minta KY memeriksa para hakim tersebut,” kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta.
Lebih jauh MUI juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Departemen Kesehatan (Depkes) agar menindak pihak tenaga medis dari rumah sakit dr Soetomo, Surabaya, yang melakukan operasi ganti kelamin.
Menurut Ni’am, tindakan melakukan operasi ganti kelamin yang dilakukan tenaga medis (dokter) jelas bertentangan dengan Kode Etik Kedokteran dan hukum agama. Dia yakin kode etik kedokteran yang ada saat ini tidak bertentangan dengan hukum agama, mengingat Kode Etik Kedokteran ini tunduk pada nilai-nilai moral dan hukum yang berlaku. “Harusnya dokter tahu soal kode etik ini,” katanya.
Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ali Musthofa Ya’kup menegaskan, mengganti jenis kelamin haram hukumnya. Dalam agama Islam, jenis kelamin hanya ada dua: laki-laki dan perempuan.
“Seseorang dikatakan laki-laki atau perempuan ditentukan hanya berdasarkan jenis kelamin, bukan dilihat dari fisiknya maupun psikologi, bukan pula dari penampilan dan sebagainya,” katanya. Ganti kelamin diperbolehkan dalam Islam sepanjang untuk melakukan penyempurnaan. Misalnya ada orang yang berkelamin ganda, tapi dari dua alat kelamin tersebut yang berfungsi alat kelamin laki-laki, maka dia tetap sebagai laki-laki. “Nah, kalau orang yang seperti ini ingin menyempurnakan sifat ‘kelakilakiannya’, maka boleh dalam agama Islam. Begitu juga sebaliknya,” katanya.
Jika ada orang yang terlahir laki-laki dengan memiliki alat kelamin laki-laki kemudian ingin diganti menjadi alat kelamin perempuan, itu hukumnya haram. “Khusus kasus Agus Widiyanto (Nadia), kalau memang dia terlahir sebagai laki-laki dan alat kelamin yang berfungsi kelamin laki-laki, maka hukumnya haram bagi Nadia untuk melakukan operasi,” katanya.
Ali kemudian mengungkapkan bahwa kasus seperti ini bukan lagi kasus yang baru, mengingat pernah terjadi pada 1970-an. “Tahun 1970-an pernah ada di Jakarta. Saat ini hakim mengabulkan pergantian status kelamin dari laki-laki menjadi perempuan. Awalnya namanya Vivian Rubianto kemudian diubah menjadi Vivian Rubianti. Jadi ini bukan hal baru,” katanya.
Anggota Komisi Yudisial (KY), Zainal Arifin, saat dikonfirmasi mengenai putusan PN Batang, mempertanyakan alasan hakim mengabulkan permohonan.
Menurutnya, sudah seharusnya hakim mencantumkan pasal-pasal apa saja dan menjelaskan dasar hukum yang mengatur perkara pergantian jenis kelamin. “Kalau sekiranya pasal yang dicantumkan tidak tepat, itu namanya hakim tidak benar dan harus ditindak,” kata Zainal.
Zainal mengaku KY hingga kini belum mengetahui secara pasti kasus pergantian jenis kelamin tersebut. Walau begitu dia tetap berjanji akan segera mempelajari, untuk selanjutnya melakukan tindakan terhadap hakim yang bersangkutan. “Yang pasti kami akan pelajari dulu. Apalagi MUI sudah mengeluarkan sikap begini,” katanya.
Di pihak lain, Humas PN Batang menegaskan bahwa PN Batang berani mengabulkan permohonan Nadia berdasarkan landasan hukum. Meski tidak dikenal di KUHP, PN mengabulkan permohonan ganti kelamin berdasarkan UU Hak Asasi Manusia. Undang-undang ini bisa digunakan karena sudah disepakati masyarakat internasional. Prof Djohansjah Marzoeki, yang dikonfirmasi soal sikap MUI, menandaskan bahwa dia melakukan operasi ganti kelamin semata-mata untuk meringankan derita manusia. “Ada yang menderita karena mengalami transeksual. Jadi ada manusia yang merasa badan tidak sesuai dengan perasaannya atau sebaliknya merasa perasaannya tidak sesuai badannya,” kata ahli bedah plastik dari RSU dr Soetomo ini kemarin.
Djohansjah yang mengoperasi Nadia 2005 silam mengaku baru akan mau melakukan operasi pergantian kelamin jika pasien mengalami kondisi tersebut. Jika tidak mengalami hal itu dia akan tegas menolak. Djohansjah juga mendasari tindakannya dengan indikasi dan kontraindikasi. ”Selama diperbolehkan dan tidak dilarang, dokter boleh melakukan suatu operasi,” ujarnya.
Saat ditanya apakah hal itu tidak melawan takdir? Dengan nada tinggi Djohansjah menjawab bahwa tindakan yang dia lakukan adalah meringankan penderitaan orang lain.
”Setelah operasi dia semakin menderita atau senang. Itu moral tinggi bukan?” katanya balik bertanya. Menolong penderita transeksual bagi Djohansjah merupakan perbuatan dengan etika moral tinggi. Terkait fatwa MUI, Prof Djohansjah menyatakan tidak ada masalah. “MUI tahun berapa itu? Dulu tidak apa-apa,” jawabnya. Selain itu, kedokteran tidak ikut campur dalam urusan MUI karena tidak ada kaitannya. “MUI itu untuk umatnya. Kalau kedokteran itu berpijak pada Etika Kedokteran, Undang-Undang Kedokteran, dan sebagainya.Tidak ikut-ikut MUI,” balas Prof Johansyah.
Nadia Gelar Tasyakuran
Sehari setelah disahkan PN Batang sebagai perempuan, Nadia Ilmira Arkadea (30), langsung menggelar tasyakur kemarin. Bertempat di kediaman Handoko Wibowo, seorang pengacara, di Cepoko Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Nadia menyajikan kue tar dan beberapa aneka makan ringan untuk tetangga dan koleganya.
Sepanjang acara Nadia yang mengenakan baju merah muda itu terlihat semringah. Apalagi banyak tetangga, termasuk di antaranya anak-anak, turun meramaikan tasyakuran. Dengan status baru ini Nadia merasa lebih diterima masyarakat. Saat masih menjadi waria dia merasa dipandang masyarakat sebelah mata.
Sementara itu, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meyakini keputusan yang diambil RSU Dr Soetomo Surabaya melakukan operasi ganti kelamin terhadap Agus Widoyo tidak melanggar etika kedokteran.
Ketua MKEK IDI Agus Purwadianto menandaskan, pihak rumah sakit sebelum melakukan operasi sudah pasti melakukan proses assessment (penilaian) panjang dengan melibatkan beberapa dokter dan ahli kejiwaan. “Yang tidak boleh adalah kalau ada pasien yang minta ganti kelamin lalu dokter langsung melaksanakan tanpa melakukan assessment dulu,” katanya.
Agus mengungkapkan, dalam etika kedokteran, aturan boleh dan tidaknya berganti kelamin tidak disebutkan secara spesifik dan dalam aturan tertulis. Namun, teori etika kedokteran tidak hanya didasarkan pada perbuatan, tapi juga akibat yang baik bagi orang bersangkutan atau diistilahkan teleologi. Artinya, operasi ganti kelamin diperkenankan jika akibatnya baik bagi yang bersangkutan.
“Kalau sudah dikonfirmasi bahwa memang secara psikologis perasaan dia sebagai wanita dan orientasi seksualnya secara etis diyakini ‘berbeda’, lalu sudah dilakukan terapi ternyata tidak berhasil,maka berganti kelamin mungkin malah menolong,” papar Agus.
Meski kasus ini bukan pertama dan sudah terjadi sejak 1970-an, operasi ganti kelamin akan terus menjadi kontroversi. Karena itu, untuk menjembatani persoalan tersebut,IDI harus menyusun etikolega. “Kasus seperti ini sudah menyentuh ranah hukum, bukan lagi etika murni. Untuk keperluan ini harus dibentuk lagi aturan hukum yang berbasis etika,” tandasnya.
Sebelumnya Prof Djohansjah Marzuki dari RSU Dr Soetomo menegaskan bahwa dirinya melakukan operasi ganti kelamin semata mata untuk meringankan derita manusia yang merasa perasaannya tidak sesuai dengan badannya. Johansyah yang mengoperasi Nadia pada 2005 mengaku baru akan mau melakukan operasi pergantian kelamin jika pasien mengalami kondisi tersebut. Jika tidak mengalami hal itu, dia akan tegas menolak.
Selain itu, dokter yang sukses mengoperasi Dorce Gamalama ini juga mendasari tindakannya pada indikasi dan kontraindikasi. ‘”Selama diperbolehkan dan tidak dilarang, dokter boleh melakukan suatu operasi,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempersoalkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Batang yang mengabulkan permintaan Agus Widoyo (30), untuk berganti kelamin menjadi wanita. MUI meminta Komisi Yudisial (KY) memeriksa hakim yang mengabulkan permohonan tersebut.
Selain itu, MUI juga mempertanyakan kode etik kedokteran sehingga tenaga medis RSU Dr Sutomo Surabaya berani melakukan operasi pergantian kelamin Agus yang kemudian berganti nama menjadi Nadia Ilmira Arkadea. Nadia mengakui keputusan mengubah jenis kelamin akan menimbulkan polemik. ”Saya menyadari pasti akan menimbulkan pro dan kontra. Saya juga tidak mengharapkan semua pihak mempunyai pemikiran yang sama,” ungkap Nadia kepada Seputar Indonesia tadi malam. Dia menilai, pernyataan miring muncul karena hanya melihat dari satu sisi yakni kondisi fisiknya.
Perjuangan panjang dan berliku yang dilakukannya hingga pengesahan di PN Batang tidak dijadikan pertimbangan. “Yang jelas saya bersyukur keluarga merestui keinginan ini. Orangtua dan saudara memberikan dukungan buktinya tidak mengucilkan saya meski tampaknya mereka (keluarga) belum siap dengan anggapan miring dari masyarakat,” ujarnya.(okz) http://www.suaramedia.com/
Technorati Tags: Majelis Ulama Indonesia, MUI, Nadia Ilmira Arkadia, Kasus, Ganti Kelamin 43 Things Tags: Majelis Ulama Indonesia, MUI, Nadia Ilmira Arkadia, Kasus, Ganti Kelamin
Senin, 21 Desember 2009
Facebook untuk dukungan kepada Luna Maya
04.37 | Diposting oleh
Unknown
Berikut sebuah komentar dalam forum diskusi di Facebook dukung Luna Maya
semua stasiun TV kompakan memojokan luna maya sbagai artis tak tau diri, tak tau trima kasih dan blablablablablabla
beberapa hari ini spertinya METROtv menyajikan informasi tandingan untuk menghalau ketidakadilan stasiun TV lain yg terancam jika jika masuarakat luas mulai membeci infoTAInment..
dari wawancara METROtv jelas banyak yg mendukung luna dan mengecam sikap arogan infoTAInment yg tdak bisa menghargai privacy orang lain..!!!
untuk itu kita mengharap agar MUI segera mengharamkan infoTAInment dari INDONESIA
Ketika saya mengunjungi Facebook dukung Luna Maya jumlah pendukungnya sudah sangat banyak.
lihat saja jumlahnya
semua stasiun TV kompakan memojokan luna maya sbagai artis tak tau diri, tak tau trima kasih dan blablablablablabla
beberapa hari ini spertinya METROtv menyajikan informasi tandingan untuk menghalau ketidakadilan stasiun TV lain yg terancam jika jika masuarakat luas mulai membeci infoTAInment..
dari wawancara METROtv jelas banyak yg mendukung luna dan mengecam sikap arogan infoTAInment yg tdak bisa menghargai privacy orang lain..!!!
untuk itu kita mengharap agar MUI segera mengharamkan infoTAInment dari INDONESIA
Ketika saya mengunjungi Facebook dukung Luna Maya jumlah pendukungnya sudah sangat banyak.
lihat saja jumlahnya
Jumat, 04 Desember 2009
Tujuan Hidup Perpanjang Umur
21.05 | Diposting oleh
Unknown
Jika Anda memiliki tujuan hidup, maka kemungkinan usia Anda akan lebih panjang. Tampaknya tidak terlalu banyak berperangaruh apakah tujuan tersebut terlalu ambisius atau biasa-biasa saja.
"Tujuan itu bisa apa saja, mulai dari menginginkan tujuan dalam hidup hingga meraih sesuatu seperti sukarelawan dalam organisasi hingga sesederhana membaca serial buku," ujar peneliti yang juga seorang neuropsychologist di Rush Alzheimer's Disease Center, Dr. Patricia Boyle.
Dia menemukan, setengah dari orang-orang yang dilaporkan memiliki tingkat tujuan yang lebih tinggi memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan orang yang tujuan hidupnya rendah. Boyle dan tim peneliti melakukan studi terhadap 1.238 orang dewasa yang telah berpartisipasi pada dua peenlitian di Rush. Semua partisipan dinyatakan bebasa demensia dan penelitian dimulai pada usia rata-rata 78 tahun.
Pada awal penelitian, partisipan harus menjawab tujuan hidup, mengukur diri mereka dalam area yang berbeda dengan tujuan untuk mengukur arti hidup dan melakukan aksi untuk meraih tujuan hidup tersebut. "Nilai rata-rata terhadap evaluasi sekitar 3,7 dari angka 5," ujar Boyle.
Ketika menilai dari angka-angka yang ada, Boyle menemukan, sekitar setengah dari orang yang memiliki tujuan yang lebih tinggi berhasil menekan risiko meninggal dunia hingga tiga tahun lebih lama dibandingkan dengan yang memiliki tujuan yang lebih kecil.
"Ha itu benar terjadi. Bahkan setelah mengontrol beberapa faktor seperti gejala depresif, kondisi keseheatan kronis dan kecacatan," terangnya. Yang ingin ditekankan, ujar Boyle, jika Anda dapat menemukan tujuan dalam hidup atau jika Anda mendapati hidup Anda penuh arti dan memiliki perilaku meraih tujuan, maka Anda akan hidup lebih lama.
Kesehatan Tubuh
Berbagai penelitian telah menemukan tujuan dalam hidup merupakan hal krusial dalam menjaga kesehatan mental, Boyle menambahkan, kemungkinan hal itu juga sangat penting bagi kesehatan tubuh. Penelitian tersebut merupakan salah satu studi skala besar untuk mengkaji hubungan tujuan hidup dan usia yang panjang.
Penemuan itu juga diikuti beberapa studi yang dilakukan pihak lain yang menyatakan, para pensiunan yang berusia lebih dari 65 tahun yang bekerja sebagai sukarealawan memiliki risiko meninggal dunia lima tahun lebih lama dibandingkan para pensiunan yang tidak bekerja sebagai sukarelawan.
Boyle tidak dapat menyimpulkan kedua hal itu terkait langsung. Namun, dia mengungkapkan, kemungkinan memiliki tujuan akan mendukung berbagai fungsi tubuh serta membantu mencegah berbagai penyakit.
Penemuan itu dianggap masuk akal oleh ahli Geriartri Montefiore Medical Center, Dr. Gary Kennedy. Dia mengatakan, seringkali menemukan efek dari tidak memiliki tujuan pada orang lanjut usia. "Saya melihat sebagian orang lanjut usia yang kehilangan tujuan hidup kemudian kondisi kesehatan mereka ikut menurun," terangnya.
"Namun hingga kini belum jelas keterkaitan sebab akibat kedua hal itu. Kemungkinan panjang umur disebabkan hal lain yang tidak diperiksa oleh para peneliti," ujar Kennedy.
Boyle menambahkan, para penelitian selanjutnya, pihaknya berharap dapat mengetahui jika orang dapat terinspirasi memiliki tujuan dalam hidup dapat diiajarkan untuk menetapkan tujuan dan berusaha meraihnya. (healthday/rin)
Link
"Tujuan itu bisa apa saja, mulai dari menginginkan tujuan dalam hidup hingga meraih sesuatu seperti sukarelawan dalam organisasi hingga sesederhana membaca serial buku," ujar peneliti yang juga seorang neuropsychologist di Rush Alzheimer's Disease Center, Dr. Patricia Boyle.
Dia menemukan, setengah dari orang-orang yang dilaporkan memiliki tingkat tujuan yang lebih tinggi memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan orang yang tujuan hidupnya rendah. Boyle dan tim peneliti melakukan studi terhadap 1.238 orang dewasa yang telah berpartisipasi pada dua peenlitian di Rush. Semua partisipan dinyatakan bebasa demensia dan penelitian dimulai pada usia rata-rata 78 tahun.
Pada awal penelitian, partisipan harus menjawab tujuan hidup, mengukur diri mereka dalam area yang berbeda dengan tujuan untuk mengukur arti hidup dan melakukan aksi untuk meraih tujuan hidup tersebut. "Nilai rata-rata terhadap evaluasi sekitar 3,7 dari angka 5," ujar Boyle.
Ketika menilai dari angka-angka yang ada, Boyle menemukan, sekitar setengah dari orang yang memiliki tujuan yang lebih tinggi berhasil menekan risiko meninggal dunia hingga tiga tahun lebih lama dibandingkan dengan yang memiliki tujuan yang lebih kecil.
"Ha itu benar terjadi. Bahkan setelah mengontrol beberapa faktor seperti gejala depresif, kondisi keseheatan kronis dan kecacatan," terangnya. Yang ingin ditekankan, ujar Boyle, jika Anda dapat menemukan tujuan dalam hidup atau jika Anda mendapati hidup Anda penuh arti dan memiliki perilaku meraih tujuan, maka Anda akan hidup lebih lama.
Kesehatan Tubuh
Berbagai penelitian telah menemukan tujuan dalam hidup merupakan hal krusial dalam menjaga kesehatan mental, Boyle menambahkan, kemungkinan hal itu juga sangat penting bagi kesehatan tubuh. Penelitian tersebut merupakan salah satu studi skala besar untuk mengkaji hubungan tujuan hidup dan usia yang panjang.
Penemuan itu juga diikuti beberapa studi yang dilakukan pihak lain yang menyatakan, para pensiunan yang berusia lebih dari 65 tahun yang bekerja sebagai sukarealawan memiliki risiko meninggal dunia lima tahun lebih lama dibandingkan para pensiunan yang tidak bekerja sebagai sukarelawan.
Boyle tidak dapat menyimpulkan kedua hal itu terkait langsung. Namun, dia mengungkapkan, kemungkinan memiliki tujuan akan mendukung berbagai fungsi tubuh serta membantu mencegah berbagai penyakit.
Penemuan itu dianggap masuk akal oleh ahli Geriartri Montefiore Medical Center, Dr. Gary Kennedy. Dia mengatakan, seringkali menemukan efek dari tidak memiliki tujuan pada orang lanjut usia. "Saya melihat sebagian orang lanjut usia yang kehilangan tujuan hidup kemudian kondisi kesehatan mereka ikut menurun," terangnya.
"Namun hingga kini belum jelas keterkaitan sebab akibat kedua hal itu. Kemungkinan panjang umur disebabkan hal lain yang tidak diperiksa oleh para peneliti," ujar Kennedy.
Boyle menambahkan, para penelitian selanjutnya, pihaknya berharap dapat mengetahui jika orang dapat terinspirasi memiliki tujuan dalam hidup dapat diiajarkan untuk menetapkan tujuan dan berusaha meraihnya. (healthday/rin)
Link
Label:
Opini
|
0
komentar
Selasa, 24 November 2009
145 Ribu Hektar Hutan Hilang Tiap Tahun
21.44 | Diposting oleh
Unknown
PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Seluas 145 ribu hektar hutan di Provinsi Kalimantan Tengah hilang setiap tahunnya, berubah menjadi hamparan lahan kritis akibat kesalahan pengelolaan sumber daya alam.
"Dampak lahan kritis yang sangat luas tersebut telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti banjir, longsor, serta kebakaran hutan dan lahan yang selalu mengancam setiap tahun," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Anung Setiadi, di Palangkaraya, Selasa (8/12).
Anung memamaparkan, di provinsi itu masih banyak terdapat hutan dan lahan kritis, bukit-bukit yang gundul, lahan kosong tidak terurus dan tidak jelas kepemilikannya.
Sejumlah permasalahan itu, semakin memperburuk kondisi kawasan hutan setempat, yang kini telah mengalami deforestasi dan degradasi hingga menimbulkan lahan kritis seluas 4,778 juta hektar.
Sementara upaya pemulihan dan pengendalian deforestasi dan degradasi lahan itu, selama ini telah dilakukan pemerintah daerah melalui kegiatan penghijauan dan reboisasi, gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan, pembangunan hutan tanaman industri.
Sementara itu, Save Our Borneo (SOB), sebuah lembaga peduli lingkungan, menyatakan sekitar 80 persen kerusakan hutan yang terjadi di seluruh Kalimantan selama ini disebabkan ekspansi sawit perusahaan besar.
"Kerusakan terbesar hutan di Kalimantan adalah karena pembukaan lahan untuk kelapa sawit, sisanya sebanyak 20 persen pertambangan, dan area transmigrasi," kata Direktur Eksekutif Save Our Borneo, Nordin.
SOB memaparkan, berdasarkan prediksi tren 10 tahunan, dari luas Kalimantan yang mencapai 59 juta hektare, laju kerusakan hutan (deforestasi) telah mencapai 864 ribu hektare per tahun atau 2,16 persen.
Kerusakan hutan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebagai yang terluas dibanding tiga provinsi lain dari sisi luasan kerusakan yakni mencapai 256 ribu hektare per tahun.
Dari lebih 10 juta luas hutan yang dimiliki Kalimantan Tengah, laju kerusakannya telah menembus sekitar 2,2 persen per tahun.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Moses Nicodemus, mengakui permasalahan deforestrasi dan degradasi tersebut menjadi sangat kompleks mengingat upaya penanggulangan yang lambat sementara degradasi lingkungan sudah semakin cepat.
"Bila diibaratkan, upaya penanggulangan itu seperti deret hitung karena begitu lambat, disisi lain degradasi lingkungan saat ini telah mencapai seperti deret ukur karena kecepatannya," kata Moses.
Penyebab kerusakan hutan dan lahan itu, karena konversi perkebunan, terjadinya penebangan hutan secara tidak terkendali, dan banyaknya kegiatan pertambangan liar rakyat di wilayah setempat.
Sumber:http://www.kompas.com/lipsus112009/gjread/2009/12/08/16384612/Gila..145.Ribu.Hektar.Hutan.Hilang.Tiap.Tahun
LiveJournal Tags: Hutan, Kerusakan, Sawit, Perkebunan Technorati Tags: Hutan, Kerusakan, Sawit, Perkebunan 43 Things Tags: Hutan, Kerusakan, Sawit, Perkebunan
"Dampak lahan kritis yang sangat luas tersebut telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti banjir, longsor, serta kebakaran hutan dan lahan yang selalu mengancam setiap tahun," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Anung Setiadi, di Palangkaraya, Selasa (8/12).
Anung memamaparkan, di provinsi itu masih banyak terdapat hutan dan lahan kritis, bukit-bukit yang gundul, lahan kosong tidak terurus dan tidak jelas kepemilikannya.
Sejumlah permasalahan itu, semakin memperburuk kondisi kawasan hutan setempat, yang kini telah mengalami deforestasi dan degradasi hingga menimbulkan lahan kritis seluas 4,778 juta hektar.
Sementara upaya pemulihan dan pengendalian deforestasi dan degradasi lahan itu, selama ini telah dilakukan pemerintah daerah melalui kegiatan penghijauan dan reboisasi, gerakan nasional rehabilitasi hutan dan lahan, pembangunan hutan tanaman industri.
Sementara itu, Save Our Borneo (SOB), sebuah lembaga peduli lingkungan, menyatakan sekitar 80 persen kerusakan hutan yang terjadi di seluruh Kalimantan selama ini disebabkan ekspansi sawit perusahaan besar.
"Kerusakan terbesar hutan di Kalimantan adalah karena pembukaan lahan untuk kelapa sawit, sisanya sebanyak 20 persen pertambangan, dan area transmigrasi," kata Direktur Eksekutif Save Our Borneo, Nordin.
SOB memaparkan, berdasarkan prediksi tren 10 tahunan, dari luas Kalimantan yang mencapai 59 juta hektare, laju kerusakan hutan (deforestasi) telah mencapai 864 ribu hektare per tahun atau 2,16 persen.
Kerusakan hutan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebagai yang terluas dibanding tiga provinsi lain dari sisi luasan kerusakan yakni mencapai 256 ribu hektare per tahun.
Dari lebih 10 juta luas hutan yang dimiliki Kalimantan Tengah, laju kerusakannya telah menembus sekitar 2,2 persen per tahun.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Moses Nicodemus, mengakui permasalahan deforestrasi dan degradasi tersebut menjadi sangat kompleks mengingat upaya penanggulangan yang lambat sementara degradasi lingkungan sudah semakin cepat.
"Bila diibaratkan, upaya penanggulangan itu seperti deret hitung karena begitu lambat, disisi lain degradasi lingkungan saat ini telah mencapai seperti deret ukur karena kecepatannya," kata Moses.
Penyebab kerusakan hutan dan lahan itu, karena konversi perkebunan, terjadinya penebangan hutan secara tidak terkendali, dan banyaknya kegiatan pertambangan liar rakyat di wilayah setempat.
Sumber:http://www.kompas.com/lipsus112009/gjread/2009/12/08/16384612/Gila..145.Ribu.Hektar.Hutan.Hilang.Tiap.Tahun
LiveJournal Tags: Hutan, Kerusakan, Sawit, Perkebunan Technorati Tags: Hutan, Kerusakan, Sawit, Perkebunan 43 Things Tags: Hutan, Kerusakan, Sawit, Perkebunan
Selasa, 17 November 2009
NASA: Dunia Tidak Akan Kiamat pada 2012
19.08 | Diposting oleh
Unknown
TEMPO Interaktif, Jakarta - Isu dunia bakal kiamat pada 2012 karena akan ditabrak planet Nibiru, yang menghebohkan dunia termasuk Indonesia gara-gara film yang mulai diputar pekan ini, dibantah lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.
Film "2012" mulai diputar pekan ini di seluruh dunia, termasuk Jakarta, dengan kisah kehancuran dunia pada 2012 akibat kedatangan planet raksasa Nibiru.
Pemasaran film itu dibuat dengan sangat spektakuler dan menyakinkan, termasuk membuat situs palsu "Institute for Human Continuity" yang telah menilai ancaman kelangsungan hidup manusia selama 25 tahun.
Sejumlah infotainment di Indonesia pun dengan semangat bercerita tentang keberadaan planet Nibiru yang bakal menghantam dunia pada 2012. Mereka, seperti dalam film, juga mengkaitkan dengan kalendar Maya yang bakal memasuki akhir masa--seperti akhir tahun di kalender bangsa lain--pada 2012.
Akibat kepanikan ini, lembaga antariksa yang dianggap paling bagus di dunia, NASA, mendapat ribuan surat mempertanyakan kebenaran planet Nibiru itu. Begitu banyak pertanyaan sampai akhirnya NASA membuat situs khusus yang membantah bakal ada bencana besar pada 2012.
Dalam situs resminya, NASA mengatakan isu kiamat 2012 itu dimulai karena Nibiru--planet yang disebut ditemukan bangsa Sumeria--sedang bergerak ke arah Bumi. Saat berada di dekat bumi itu, kehadirannnya membuat bencana besar.
Bencana ini, oleh peramalnya, semula disebut akan terjadi pada Mei 2003. "Tapi saat kiamat tidak terjadi saat itu, tanggal digeser menjadi Desember 2012," ungkap NASA.
Dongengan Nibiru ini kemudian digabung dengan cerita bahwa kalendar suku Maya akan berakhir pada akhir 2012. Menurut NASA, kalendar Maya memang sangat panjang dan berakhir pada 2012. Tapi kalendar itu tidak berbeda dengan kalendar Masehi yang berakhir 31 Desember dan mulai lagi pada 1 Januari. Jadi, nantinya kalendar Maya berakhir 2012 itu akan mulai lagi tanggal satunya.
Dalam teori kiamat itu, juga disebut bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Menurut NASA, "Setiap Desember, Bumi dan matahari dalam satu garis lurus dengan pusat Galaksi Bima Sakti tapi kejadian tahunan itu tidak ada dampak apapun."
NASA juga menambahkan soal teori planet bernama Nibiru, Planet X, atau Eris yang akan mendekati bumi dan menciptakan bencana. Dalam situs resminya, NASA mengatakan, "Niburu dan cerita tentang planet yang mendekat itu bualan Internet." Nasa mengatakan tidak ada dasar fakta yang menjadikan cerita itu dipercaya.
"Jika Nibiru atau Planet X itu nyata dan bergerak menuju Bumi pada 2012, astronom akan bisa melacak setidaknya sejak 10 tahun lalu dan sekarang sudah bisa terlihat dengan mata telanjang," katanya.
Satu-satunya yang agak benar adalah soal Planet Iris. Tapi itu planet kecil seperti Pluto dan terus bergerak di garis orbit di luar. Ia tidak mendekati bumi.
Teori lain yang diributkan adalah poros bumi akan berpindah. Menurut NASA, tidak mungkin rotasi bumi berbalik arah putaran.
Soal bumi bakal dihantam oleh komet atau asteroid raksasa, menurut NASA, memang mungkin terjadi. Tapi, pada 2012 tidak ada tanda-tanda. Jika ada asterorid raksasa atau komet bakal menabrak, manusia akan melihat bertahun-tahun sebelumnya.
Tabrakan besar benda langit dengan bumi terjadi pada 65 juta tahun silam dan mengakibatkan dinosaurus punah. NASA selalu mengamati jika ada benda langit berbahaya. "Kami sudah memastikan tidak ada asteroid berbahaya sebesar yang memunahkan dinosaurus," ungkap NASA.
Soal badai matahari besar pada 2012? NASA mengungkapkan bahwa setiap 11 tahun ada badai matahari besar dan kadang menyebabkan kerja satelit terganggu. Tapi satelit sekarang sudah sanggup menghadapi badai matahari. Yang jelas, ungkap NASA, "Tidak ada risiko khsusu terkait 2012."
Badai matahari berikutnya bakal terjadi pada sekitar 2012-2014 dan itu badai matahari biasa. "Tidak berbeda dengan badai yang sebelumnya ada," ungkap NASA.
NURKHOIRI
Film "2012" mulai diputar pekan ini di seluruh dunia, termasuk Jakarta, dengan kisah kehancuran dunia pada 2012 akibat kedatangan planet raksasa Nibiru.
Pemasaran film itu dibuat dengan sangat spektakuler dan menyakinkan, termasuk membuat situs palsu "Institute for Human Continuity" yang telah menilai ancaman kelangsungan hidup manusia selama 25 tahun.
Sejumlah infotainment di Indonesia pun dengan semangat bercerita tentang keberadaan planet Nibiru yang bakal menghantam dunia pada 2012. Mereka, seperti dalam film, juga mengkaitkan dengan kalendar Maya yang bakal memasuki akhir masa--seperti akhir tahun di kalender bangsa lain--pada 2012.
Akibat kepanikan ini, lembaga antariksa yang dianggap paling bagus di dunia, NASA, mendapat ribuan surat mempertanyakan kebenaran planet Nibiru itu. Begitu banyak pertanyaan sampai akhirnya NASA membuat situs khusus yang membantah bakal ada bencana besar pada 2012.
Dalam situs resminya, NASA mengatakan isu kiamat 2012 itu dimulai karena Nibiru--planet yang disebut ditemukan bangsa Sumeria--sedang bergerak ke arah Bumi. Saat berada di dekat bumi itu, kehadirannnya membuat bencana besar.
Bencana ini, oleh peramalnya, semula disebut akan terjadi pada Mei 2003. "Tapi saat kiamat tidak terjadi saat itu, tanggal digeser menjadi Desember 2012," ungkap NASA.
Dongengan Nibiru ini kemudian digabung dengan cerita bahwa kalendar suku Maya akan berakhir pada akhir 2012. Menurut NASA, kalendar Maya memang sangat panjang dan berakhir pada 2012. Tapi kalendar itu tidak berbeda dengan kalendar Masehi yang berakhir 31 Desember dan mulai lagi pada 1 Januari. Jadi, nantinya kalendar Maya berakhir 2012 itu akan mulai lagi tanggal satunya.
Dalam teori kiamat itu, juga disebut bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Menurut NASA, "Setiap Desember, Bumi dan matahari dalam satu garis lurus dengan pusat Galaksi Bima Sakti tapi kejadian tahunan itu tidak ada dampak apapun."
NASA juga menambahkan soal teori planet bernama Nibiru, Planet X, atau Eris yang akan mendekati bumi dan menciptakan bencana. Dalam situs resminya, NASA mengatakan, "Niburu dan cerita tentang planet yang mendekat itu bualan Internet." Nasa mengatakan tidak ada dasar fakta yang menjadikan cerita itu dipercaya.
"Jika Nibiru atau Planet X itu nyata dan bergerak menuju Bumi pada 2012, astronom akan bisa melacak setidaknya sejak 10 tahun lalu dan sekarang sudah bisa terlihat dengan mata telanjang," katanya.
Satu-satunya yang agak benar adalah soal Planet Iris. Tapi itu planet kecil seperti Pluto dan terus bergerak di garis orbit di luar. Ia tidak mendekati bumi.
Teori lain yang diributkan adalah poros bumi akan berpindah. Menurut NASA, tidak mungkin rotasi bumi berbalik arah putaran.
Soal bumi bakal dihantam oleh komet atau asteroid raksasa, menurut NASA, memang mungkin terjadi. Tapi, pada 2012 tidak ada tanda-tanda. Jika ada asterorid raksasa atau komet bakal menabrak, manusia akan melihat bertahun-tahun sebelumnya.
Tabrakan besar benda langit dengan bumi terjadi pada 65 juta tahun silam dan mengakibatkan dinosaurus punah. NASA selalu mengamati jika ada benda langit berbahaya. "Kami sudah memastikan tidak ada asteroid berbahaya sebesar yang memunahkan dinosaurus," ungkap NASA.
Soal badai matahari besar pada 2012? NASA mengungkapkan bahwa setiap 11 tahun ada badai matahari besar dan kadang menyebabkan kerja satelit terganggu. Tapi satelit sekarang sudah sanggup menghadapi badai matahari. Yang jelas, ungkap NASA, "Tidak ada risiko khsusu terkait 2012."
Badai matahari berikutnya bakal terjadi pada sekitar 2012-2014 dan itu badai matahari biasa. "Tidak berbeda dengan badai yang sebelumnya ada," ungkap NASA.
NURKHOIRI
Minggu, 08 November 2009
Dalam kebingungan saat ini
16.58 | Diposting oleh
Unknown
Pemimpinku, Penegak Hukumku, Ahli Hukumku, Pengamat dan Komentatorku, TV, Koran dan Media massa lainya.....
lelah sudah aku mendengar, letih sudah berfikir merenungkan apa yang terjadi, mengapa? kok bisa? apa sebabnya? dst......
"BINGUNG" atulah kata akhirnya.....
saat ini saya tidak tau lagi mana "kebohongan" dan mana yang "fitnah" sementara "kebenaran" seolah sirna dibuatnya.....
hati-hatilah dalam berkata, nabi pernah mengatakan "LIDAH ITU LEBIH TAJAM DARI PADA PEDANG.."
Kalau belum tentu kebenarannya "DIAM" mungkin itu lebih baik......
lelah sudah aku mendengar, letih sudah berfikir merenungkan apa yang terjadi, mengapa? kok bisa? apa sebabnya? dst......
"BINGUNG" atulah kata akhirnya.....
saat ini saya tidak tau lagi mana "kebohongan" dan mana yang "fitnah" sementara "kebenaran" seolah sirna dibuatnya.....
hati-hatilah dalam berkata, nabi pernah mengatakan "LIDAH ITU LEBIH TAJAM DARI PADA PEDANG.."
Kalau belum tentu kebenarannya "DIAM" mungkin itu lebih baik......
Label:
Opini
|
0
komentar
Sabtu, 31 Oktober 2009
HASAN DAN HUTAN
09.04 | Diposting oleh
Unknown
Kabinet Indonesia Bersatu jilid II telah dilantik. Sebagian besar pengamat menyayangkan dominannya politisi di kabinet ini. Janji presiden untuk menempatkan lebih banyak profesional tak terwujud.
Presiden memercayakan Menteri Kehutanan kepada politikus. Agaknya Presiden percaya, departemen ini tak memerlukan pemimpin cakap teknis, cukup cakap politis. Ini menggambarkan, pembuat kebijakan negeri yakin, sektor kehutanan tak menghadapi soal teknis. Kalangan rimbawan(ti) Indonesia berkeluh kesah dengan kondisi ini. Tak layakkah rimbawan(ti) menduduki posisi Manggala Wanabakti (MWB) 1?
Masalahnya, apakah Departemen Kehutanan harus dinakhodai orang kehutanan? Bisa ya, bisa tidak. Namun, sebagai departemen teknis dan di tengah kompleksnya masalah kehutanan Indonesia adalah tuntutan yang wajar jika orang yang berkutat dengan soal kehutanan diharapkan menjadi nakhodanya. Jika tidak, menterinya pun akan belajar dari awal. Memang, keberhasilan sektor ini tak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi menteri. Nakhoda yang cakap merupakan faktor amat penting.
Tantangan
Departemen Kehutanan unik karena memiliki teritorial. Sebagai institusi, departemen ini memiliki kekuatan hukum untuk ?menguasai? dan mendayagunakan area hutan Indonesia. Namun, privilese ini tak sepenuhnya menguntungkan. Tantangan pengaturan kewilayahan kian membesar pada era otonomi daerah seperti sekarang. Wilayah kerja antara pusat dan daerah yang sering tak sepenuhnya dipahami, ditambah ego teritorial, sering membuat program-program kehutanan tak berjalan baik. Masalah konflik perizinan kegiatan usaha di Taman Wisata Alam Tangkubanparahu dengan pemerintah daerah (Kompas, 26/10) menjadi contoh nyata.
Aneka masalah lain juga menghadang, misalnya pembalakan dan menurunnya tutupan dan produktivitas hutan alam. Ujungnya, selain deforestasi, produksi kayu juga menuju ambang kematian. Belum lagi jika berbicara kehilangan kekayaan keanekaragaman hayati.
Transisi pemberian kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk mengurusi hutan produksi juga belum berjalan baik. Jangankan berdampak positif, hal ini bisa berujung kerusakan hutan yang lebih parah. Dekatnya jaringan pengusaha dan birokrasi di daerah memberi kesempatan para pemain yang tak layak ikut menebas hutan tanpa standar.
Pada tumpukan masalah ini, inisiasi pengembangan silvikultur intensif di hutan alam merupakan terobosan bagus. Janganlah konsep ini layu sebelum berkembang. Perbaikan hutan alam merupakan kunci kesinambungan kegiatan kehutanan negeri ini. Keinginan untuk mengatur wilayah kehutanan dalam perencanaan yang lebih integratif juga terlihat dari rencana pengembangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 6/2007. Namun, sekali lagi, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi pokok penting keberhasilan program ini.
Kenyataan bahwa kemungkinan unit KPH ada di lintas administrasi (provinsi atau kabupaten/kota) amat membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Maka, kepemimpinan Departemen Kehutanan dan koordinasi dengan daerah menjadi kunci keberhasilan program.
Selain itu, di tengah maraknya pembicaraan tentang perubahan iklim, hutan tropis kita seperti kembali primadona. Namun, jangan salah, kondisi ini bisa juga bermakna ganda. Di satu sisi ia menawarkan keuntungan, tetapi di sisi lain banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Skema-skema mitigasi perubahan iklim yang lebih berpihak pada penyelamatan hutan tropis menjadi peluang besar. Ini menjanjikan peluang Indonesia untuk bisa menjadi pemain utama di pasar karbon dunia. Namun, dengan tudingan bahwa deforestasi hutan tropis menyumbang 20 persen peningkatan karbon atmosfer, kita bukan tak punya tanggung jawab sama sekali. Ketidakmampuan negara ini menunjukkan usaha nyata menyelamatkan hutan bisa beralamat pada terpinggirkannya Indonesia pada pentas negosiasi iklim.
Skema yang berkembang, terutama yang terkait hutan, bersifat hadiah dan hukuman. Ia bukan cek kosong. Apalagi saat ini rezim perubahan iklim masih dikuasai negara maju. Pertemuan para pihak di Kopenhagen, Denmark, akhir tahun ini jadi ujian pertama Departemen Kehutanan mendesakkan agenda penyelamatan hutan sebagai bagian utama paket perubahan iklim.
Karena itu, tak berlebihan jika pelaku kehutanan dan rakyat Indonesia berharap menteri baru mampu berbuat banyak, tak hanya menjadikan MWB 1 sebagai sapi perah parpol. Kita hanya bisa menyampaikan semoga hutan di bawah pimpinan Zulkifli Hasan menjadi ahsan (lebih baik).
Selamat bekerja!
Yansen Dosen Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu; Australian Leadership Award Fellow
Kompas, Kamis, 29 Oktober 2009
Presiden memercayakan Menteri Kehutanan kepada politikus. Agaknya Presiden percaya, departemen ini tak memerlukan pemimpin cakap teknis, cukup cakap politis. Ini menggambarkan, pembuat kebijakan negeri yakin, sektor kehutanan tak menghadapi soal teknis. Kalangan rimbawan(ti) Indonesia berkeluh kesah dengan kondisi ini. Tak layakkah rimbawan(ti) menduduki posisi Manggala Wanabakti (MWB) 1?
Masalahnya, apakah Departemen Kehutanan harus dinakhodai orang kehutanan? Bisa ya, bisa tidak. Namun, sebagai departemen teknis dan di tengah kompleksnya masalah kehutanan Indonesia adalah tuntutan yang wajar jika orang yang berkutat dengan soal kehutanan diharapkan menjadi nakhodanya. Jika tidak, menterinya pun akan belajar dari awal. Memang, keberhasilan sektor ini tak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi menteri. Nakhoda yang cakap merupakan faktor amat penting.
Tantangan
Departemen Kehutanan unik karena memiliki teritorial. Sebagai institusi, departemen ini memiliki kekuatan hukum untuk ?menguasai? dan mendayagunakan area hutan Indonesia. Namun, privilese ini tak sepenuhnya menguntungkan. Tantangan pengaturan kewilayahan kian membesar pada era otonomi daerah seperti sekarang. Wilayah kerja antara pusat dan daerah yang sering tak sepenuhnya dipahami, ditambah ego teritorial, sering membuat program-program kehutanan tak berjalan baik. Masalah konflik perizinan kegiatan usaha di Taman Wisata Alam Tangkubanparahu dengan pemerintah daerah (Kompas, 26/10) menjadi contoh nyata.
Aneka masalah lain juga menghadang, misalnya pembalakan dan menurunnya tutupan dan produktivitas hutan alam. Ujungnya, selain deforestasi, produksi kayu juga menuju ambang kematian. Belum lagi jika berbicara kehilangan kekayaan keanekaragaman hayati.
Transisi pemberian kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk mengurusi hutan produksi juga belum berjalan baik. Jangankan berdampak positif, hal ini bisa berujung kerusakan hutan yang lebih parah. Dekatnya jaringan pengusaha dan birokrasi di daerah memberi kesempatan para pemain yang tak layak ikut menebas hutan tanpa standar.
Pada tumpukan masalah ini, inisiasi pengembangan silvikultur intensif di hutan alam merupakan terobosan bagus. Janganlah konsep ini layu sebelum berkembang. Perbaikan hutan alam merupakan kunci kesinambungan kegiatan kehutanan negeri ini. Keinginan untuk mengatur wilayah kehutanan dalam perencanaan yang lebih integratif juga terlihat dari rencana pengembangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 6/2007. Namun, sekali lagi, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi pokok penting keberhasilan program ini.
Kenyataan bahwa kemungkinan unit KPH ada di lintas administrasi (provinsi atau kabupaten/kota) amat membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Maka, kepemimpinan Departemen Kehutanan dan koordinasi dengan daerah menjadi kunci keberhasilan program.
Selain itu, di tengah maraknya pembicaraan tentang perubahan iklim, hutan tropis kita seperti kembali primadona. Namun, jangan salah, kondisi ini bisa juga bermakna ganda. Di satu sisi ia menawarkan keuntungan, tetapi di sisi lain banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Skema-skema mitigasi perubahan iklim yang lebih berpihak pada penyelamatan hutan tropis menjadi peluang besar. Ini menjanjikan peluang Indonesia untuk bisa menjadi pemain utama di pasar karbon dunia. Namun, dengan tudingan bahwa deforestasi hutan tropis menyumbang 20 persen peningkatan karbon atmosfer, kita bukan tak punya tanggung jawab sama sekali. Ketidakmampuan negara ini menunjukkan usaha nyata menyelamatkan hutan bisa beralamat pada terpinggirkannya Indonesia pada pentas negosiasi iklim.
Skema yang berkembang, terutama yang terkait hutan, bersifat hadiah dan hukuman. Ia bukan cek kosong. Apalagi saat ini rezim perubahan iklim masih dikuasai negara maju. Pertemuan para pihak di Kopenhagen, Denmark, akhir tahun ini jadi ujian pertama Departemen Kehutanan mendesakkan agenda penyelamatan hutan sebagai bagian utama paket perubahan iklim.
Karena itu, tak berlebihan jika pelaku kehutanan dan rakyat Indonesia berharap menteri baru mampu berbuat banyak, tak hanya menjadikan MWB 1 sebagai sapi perah parpol. Kita hanya bisa menyampaikan semoga hutan di bawah pimpinan Zulkifli Hasan menjadi ahsan (lebih baik).
Selamat bekerja!
Yansen Dosen Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu; Australian Leadership Award Fellow
Kompas, Kamis, 29 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)







