Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 April 2010
Janganlah Mengkafirkan Saudaramu
06.46 | Diposting oleh
Unknown
Jangan meng-“KAFIRKAN” saudaramu
www.satuiku.com Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan sebuah hadist dari nabi Muhammad SAW, beliau bersabda "Siapa saja yang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir’, maka sungguh salah satu dari keduanya akan mendapatkan predikat itu”
Dalam riwayat yang lain yang disampaikan oleh beliau bahwa Rasulullah juga bersabda
www.satuiku.com Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan sebuah hadist dari nabi Muhammad SAW, beliau bersabda "Siapa saja yang berkata kepada saudaranya, ‘Wahai kafir’, maka sungguh salah satu dari keduanya akan mendapatkan predikat itu”
Dalam riwayat yang lain yang disampaikan oleh beliau bahwa Rasulullah juga bersabda
Label:
islam
|
0
komentar
Bahaya dan Bencana berburuk sangka
00.00 | Diposting oleh
Unknown
Bahaya dan Bencana berburuk sangka
www.satuiku.com Berburuk sangka adalah sikap yang tidak terpuji dan bisa membawa malapetaka dan membawa bencana, berburuk sangka juga merupakan awal timbulnya fitnah dan perpecahan. Berikut ini catatan yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang bahaya berburuk sangka dan manfaatnya berbaik sangka.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bahwa tiga hari sebelum wafat Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sedang berbaik sangka kepada Allah” hadist ini juga di riwayatkan oleh Bukhari.
www.satuiku.com Berburuk sangka adalah sikap yang tidak terpuji dan bisa membawa malapetaka dan membawa bencana, berburuk sangka juga merupakan awal timbulnya fitnah dan perpecahan. Berikut ini catatan yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang bahaya berburuk sangka dan manfaatnya berbaik sangka.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bahwa tiga hari sebelum wafat Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sedang berbaik sangka kepada Allah” hadist ini juga di riwayatkan oleh Bukhari.
Label:
islam
|
0
komentar
Kamis, 11 Maret 2010
Hikayat tentang tiga orang gadis bersaudara, (Bagian Ke 2)
20.09 | Diposting oleh
Unknown
Hikayat tentang tiga orang gadis bersaudara, (Bagian Ke 2)
‘Hai orang shaleh, apa maksudmu?’ Tanya mereka
‘Selama tiga hari berturut-turut belakangan ini, aku berada di tempat ini dan mendengar suara godam serta rantai yang mengerikan.’ Jawabku.
‘Kami tahu ayah kami dibakar di neraka. Itulah yang membuat kami gusar dan hidup serba tidak tenang. Tetapi, kami akan terus memohon kepada Allah mudah-mudahan Dia berkenan membebaskan ayah kami dari neraka.’ Kata mereka yang langsung pergi begitu saja.
‘Hai orang shaleh, apa maksudmu?’ Tanya mereka
‘Selama tiga hari berturut-turut belakangan ini, aku berada di tempat ini dan mendengar suara godam serta rantai yang mengerikan.’ Jawabku.
‘Kami tahu ayah kami dibakar di neraka. Itulah yang membuat kami gusar dan hidup serba tidak tenang. Tetapi, kami akan terus memohon kepada Allah mudah-mudahan Dia berkenan membebaskan ayah kami dari neraka.’ Kata mereka yang langsung pergi begitu saja.
Hikayat tentang tiga orang gadis bersaudara, ( Bagian ke 1)
19.57 | Diposting oleh
Unknown
Hikayat tentang tiga orang gadis bersaudara, ( Bagian ke 1)
“Ketika saya menulis sesuatu yang mungkin mengandung sebuah nasehat, maka hal itu bukanlah bermaksud untuk menggurui apalagi untuk menghujat serta mencela sesuatu, melainkan hal itu bertujuan untuk mengingatkan diriku sendiri dan keluargaku serta sesama saudarayang seiman dan seagama”
Hikayat ini telah banyak di ceritakan dan diriwayatkan oleh para ulama dan orang-orang shaleh, seperti oleh Abu Muhammad alias Abdul Haq dalam bukunya Al-Aqibat dan Uyun al-Akbar. Hikayat ini sendiri saya tuliskan kembali dari buku Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat karya Imam Al-Qurthubi yang diterjemahkan oleh Abdur Rosyad Shiddiq.
Diriwayatkan oleh al-Haris bin Nabhan,
“suatu hari aku menuju ke sebuah pemakaman, setelah mendoakan mereka, aku duduk termenung dan memikirkan para penghuni kubur yang ada di sekitarku, aku melihat mereka semua juga diam tak berbicara. Mereka bertetangga, tapi satu sama lain tidak saling mengunjungi. Mereka tinggal di perut bumi.
Langganan:
Postingan (Atom)